PMR SNK Agribisnis Papua Resmi Dibuka, Apa Dampaknya untuk Anak Muda?
0 menit baca
![]() |
| Ketua PMI, Zakius Degei, Kepala Dinas Christian Sohilait, dan Kepala Sekolah SNK Agribisnis dan Agroteknologi Papua, Carel Fredy Elias, Foto bersama usai peresmian PMR |
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kepalangmerahan di kalangan pelajar Papua.
Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, memimpin langsung pengukuhan lebih dari 50 siswa-siswi yang telah menyelesaikan orientasi kepalangmerahan sebagai syarat utama menjadi anggota PMR.
Acara yang berlangsung di halaman upacara SNK Agribisnis dan Agroteknologi Papua ini diawali dengan penampilan yel-yel penuh semangat dari para anggota PMR yang didampingi fasilitator PMR sekaligus guru di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SNK Agribisnis dan Agroteknologi Papua, Carel Fredy Elias, S.Pt., M.M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dengan PMI dalam membuka ekstrakurikuler PMR.
“Kegiatan PMR ini adalah wadah yang sangat bagus untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan pembinaan karakter anak didik kami agar menjadi individu yang siap menolong sesama,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua mendapat apresiasi khusus dari Ketua PMI Papua Zakius Degei.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua, yang dikepalai oleh Christian Sohilait. Berkat dukungan kuat dari Dinas Pendidikan, unit PMR kini dapat dibuka di Sekolah Negeri Khusus yang berada langsung di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi Papua,” kata Zakius Degei.
Pembukaan unit PMR ini membawa dampak positif yang signifikan bagi anak muda di Papua. Melalui kegiatan kepalangmerahan, siswa tidak hanya belajar tentang pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta jiwa relawan. Hal ini sangat penting mengingat kondisi geografis Papua yang rawan bencana alam.
Selain itu, keterlibatan dalam PMR memberikan pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan yang berguna untuk pengembangan diri siswa. Kegiatan ini juga menjadi alternatif positif bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial yang konstruktif dan produktif.
Dengan dukungan dari PMI dan Dinas Pendidikan, kehadiran PMR di SNK Agribisnis dan Agroteknologi Papua diharapkan dapat memperkuat pembinaan generasi muda yang mandiri, peduli sesama, dan siap menghadapi tantangan sosial maupun bencana.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

