Relawan PMI Evakuasi Warga Terjebak Akibat Banjir Deras di Sumatera Barat
0 menit baca
![]() |
| Relawan PMI Evakuasi Warga Terjebak Akibat Banjir Deras di Sumatera Barat |
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik PMI Sumbar, Hidayatul Irwan, melaporkan bahwa hingga malam ini pihaknya telah mengumpulkan data daerah terdampak. Sebanyak delapan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor, yaitu Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 25 November hingga 8 Desember mendatang. Dalam penanganan bencana ini, Palang Merah Indonesia (PMI) membuka layanan operasi, evakuasi, layanan kesehatan, distribusi air bersih, distribusi logistik, dan layanan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
"Sejak kejadian, relawan PMI sudah berada di lokasi bencana di daerah masing-masing. Kami membantu proses evakuasi warga yang terjebak di rumahnya bersama BPBD, Basarnas, Damkar, dan stakeholder lainnya," ujar Hidayatul.
Namun, hujan deras masih mengguyur seluruh wilayah Sumatera Barat hingga malam ini, yang dikhawatirkan akan memperparah kondisi. "Jika intensitas hujan terus meningkat, debit air juga akan semakin tinggi dan proses evakuasi warga menjadi semakin sulit," tambahnya.
Di Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, banjir bandang sudah mencapai setinggi dada orang dewasa, sekitar 1 meter, dengan aliran air yang sangat deras. Kepala Markas PMI Sumbar, Nuzlan Huda, menyampaikan bahwa masih banyak warga yang terjebak di rumah mereka. "Kami masih berupaya mengevakuasi seluruh warga ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu," jelas Nuzlan. Ia juga menghimbau warga yang masih terjebak untuk bersabar menunggu bantuan evakuasi.
Salah satu warga Kelurahan Aro IV Korong, Kecamatan Lubuk Sikarah, Ujang (60), yang berhasil dievakuasi oleh Tim PMI Kota Solok, mengaku baru pertama kali mengalami banjir sebesar ini. "Selama saya tinggal di sini, baru kali ini daerah ini terkena banjir sebesar ini," tuturnya sambil menggigil kedinginan.
Di atas perahu, Ujang yang hanya bersama istrinya, pasrah menghadapi musibah ini. "Kami sudah ikhlas dengan apa yang terjadi pada rumah kami, yang penting kami masih bisa selamat. Terima kasih banyak PMI sudah menjemput kami," tutup Ujang dengan haru.
PMI bersama instansi terkait terus berupaya maksimal untuk membantu warga terdampak dan mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas evakuasi demi keselamatan bersama.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
