Menyusuri Sungai Kenangan: Kisah Nenek Netti, Sosok Inspiratif yang Bangkit dari Duka Mendalam
0 menit baca
Dalam bencana besar yang meluluhlantakkan kampungnya, Nenek Netti kehilangan 15 anggota keluarganya. Rumah-rumah yang dulu penuh tawa kini tinggal puing, sawah dan ladang yang menjadi sumber penghidupan hancur tak bersisa. Namun, luka terberat adalah trauma yang membuatnya takut menyeberangi sungai yang memisahkan dirinya dari kerabat yang selamat selama bertahun-tahun.
Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir, Nenek Netti menunjukkan keberanian luar biasa. Dengan langkah pelan dan penuh keraguan, ia kembali menyeberangi sungai itu. Senyum tegar yang ia tunjukkan bukan sekadar tanda kekuatan, melainkan simbol harapan yang mulai tumbuh dari reruntuhan duka.
Palang Merah Indonesia (PMI) hadir sebagai sahabat setia para penyintas bencana di Palembayan. Tidak hanya memberikan bantuan fisik, para relawan PMI juga mendampingi penyintas secara psikososial, mendengarkan cerita mereka, dan membantu mengobati luka batin yang tak terlihat. Pendampingan ini menjadi jembatan penting bagi para korban untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
“Pemulihan itu bukan hanya soal materi, tapi juga tentang membangun kembali keberanian dan harapan,” ujar salah satu relawan PMI.
Komitmen PMI untuk menemani penyintas seperti Nenek Netti menunjukkan bahwa setiap langkah kecil menuju pemulihan adalah kemenangan besar.
Kisah Nenek Netti bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi tentang menemukan kekuatan untuk hidup kembali dengan martabat dan harapan. Sebuah kisah yang menyentuh hati dan mengajak kita semua untuk terus menemani mereka yang selamat agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bangkit dan melangkah maju.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
