PMI Gencar Pulihkan Fasilitas Umum Pasca Bencana di Pidie Jaya - lintas86
HEADLINE

PMI Gencar Pulihkan Fasilitas Umum Pasca Bencana di Pidie Jaya

 

lintas86.com, Pidie Jaya – Dengan semangat yang tak kunjung padam, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pidie Jaya, didukung oleh sejumlah relawan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, terus menunjukkan komitmen dalam upaya pemulihan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Pidie Jaya sejak 26 November 2025. Tujuan utama dari pembersihan ini adalah memastikan fasilitas umum dapat kembali berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Di tengah hangatnya terik matahari, Syamsul Bahri, Pengurus PMI Kabupaten Pidie Jaya, tampak hadir di lokasi bersama para relawan, menunjukkan betapa seriusnya PMI dalam melaksanakan misi kemanusiaan ini. 

"Sampai hari ini, kita sudah melakukan pembersihan di tiga titik sejauh ini," ujar Syamsul Bahri, seraya membantu  kerja bakti para relawan. 

Ia menambahkan, 

"Harapannya, dengan pembersihan ini, masyarakat dapat kembali menggunakan fasilitas umum yang tentunya memberikan manfaat bagi banyak orang."

Dari desa Meunasah Lhok, di mana fasilitas sekolah MIN menjadi fokus utama, hingga desa Mayang Cut yang mana Pusat Anak Usia Dini (PAUD) dibersihkan, para relawan kian membuktikan tekad mereka. Hari ini, pembersihan difokuskan di Polindes Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah. 

Syamsul Bahri menekankan pentingnya memprioritaskan pembersihan fasilitas kesehatan. 

Dalam wawancaranya, ia menyampaikan, 

"Polindes ini sangat penting karena letaknya jauh dari fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas dan rumah sakit. Dengan berfungsinya kembali Polindes, masyarakat dapat menerima pelayanan kesehatan sehari-hari."

Kendati demikian, upaya ini tidaklah mudah. Tantangan teknis mengintai PMI dalam mendatangkan excavator mini bantuan kapal kemanusiaan PMI gelombang dua. Kendati demikian, semangat pantang menyerah tetap terlihat. 

"Hari ini sedikit terkendala untuk membawa excavator, tapi kami berusaha mencari solusi agar tetap bisa melakukan pembersihan secara maksimal, meskipun dengan alat manual," imbuh Syamsul, menegaskan optimisme kelompoknya.

Antusiasme serupa terpancar dari relawan mahasiswa seperti Malahayati.

 "Rasanya campur aduk, senang bisa membantu tapi juga sedih karena kondisi masyarakat di sini masih dalam masa penyesuaian pasca bencana," ungkap Malahayati, memberikan nuansa manusiawi pada upaya yang lebih besar.

Syamsul Bahri berharap upaya ini menjadi langkah transisi signifikan dari tahap tanggap darurat ke masa pemulihan. 

"Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas umum yang telah dibersihkan sebelum memulai langkah-langkah pemulihan rumah-rumah warga yang tentunya membutuhkan waktu dan peralatan yang lebih memadai."

Dengan berlanjutnya pembersihan dan pemulihan fasilitas umum, PMI dan para relawan berkomitmen memberikan dukungan semaksimal mungkin agar masyarakat Kabupaten Pidie Jaya dapat segera pulih dan beraktivitas seperti sediakala. Kepercayaan diri dan kolaborasi yang ditunjukkan komunitas ini menjadi cahaya bagi masa depan Pidie Jaya yang lebih cerah dan tangguh.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar