PMI Ikut Aktif Konsolidasi Program dan Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana - lintas86
HEADLINE

PMI Ikut Aktif Konsolidasi Program dan Perkuat Kemitraan Penanggulangan Bencana



lintas86.com, Malang - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam penanggulangan bencana dengan aktif mengikuti kegiatan Konsolidasi Program 2026 dan Penguatan Kemitraan Penanggulangan Bencana. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SIAP SIAGA, sebuah inisiatif kerja sama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2026, bertempat di HARRIS Hotel and Conventions Malang.

Ahmad Rifai, staf bidang penanggulangan bencana PMI Jawa Timur, hadir mewakili PMI dalam pertemuan yang diikuti oleh berbagai instansi dan organisasi terkait. 

Dalam kesempatan ini, berbagai pihak berdiskusi mendalam mengenai kelanjutan dan pengembangan program SIAP SIAGA sebagai upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana di Jawa Timur.

Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., yang berperan penting dalam program ini, menegaskan tiga aspek utama yang menjadi fokus kelanjutan program SIAP SIAGA:

- Keberlanjutan Program:Program SIAP SIAGA harus mampu memberikan dampak jangka panjang yang nyata dan menjadi acuan dalam pengembangan penanggulangan bencana yang adaptif sesuai kondisi lapangan saat ini.

- Penguatan Kemitraan: Kemitraan yang solid antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga terkait, dan mitra pembangunan pentahelix sangat penting agar perencanaan dan pelaksanaan penanggulangan bencana dapat berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.

- Pemberdayaan Multipihak dan Kolaborasi: Melibatkan berbagai pihak dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan sinergi antar elemen menjadi kunci keberhasilan program ini.

Ahmad Rifai menambahkan bahwa PMI Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak. Keterlibatan forum, lembaga, serta unit layanan disabilitas menjadi sangat penting dalam membangun sinergi yang efektif dan menyeluruh.

"Kami percaya bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat dan mitra pembangunan agar hasilnya maksimal," ujar Ahmad Rifai.


Kepala BPBD Jawa Timur yang turut hadir dalam kegiatan ini juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan kemitraan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan mitra pembangunan. 

Ia menekankan bahwa sinergi yang kuat merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks di masa depan.

Kegiatan konsolidasi ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai instansi dan organisasi, termasuk BNPB, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur, MDMC Jawa Timur, serta PMI Jawa Timur dan mitra lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana di wilayah Jawa Timur.


Harapannya pertemuan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh kemitraan dan sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan kerja sama yang semakin erat, penanggulangan bencana di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan ke depannya.

"Kami optimis, dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, Jawa Timur akan mampu menghadapi berbagai tantangan bencana secara lebih baik dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat," tutup Ahmad Rifai.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar