Pulihkan Trauma, PMI Beri Dukungan Psikososial untuk Pulihkan Siswa dan Guru Penyintas Bencana Sumatera
0 menit baca
lintas86.com, Sibolga – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu korban bencana melalui program Dukungan Psikososial (Psychosocial Support Service/PSS). Pada minggu pertama Januari 2026, PMI melaksanakan serangkaian kegiatan pendampingan di dua titik berbeda di Sibolga dan Tapanuli Tengah, khususnya menyasar anak-anak dan tenaga pendidik yang terdampak bencana.
Program ini dirancang secara khusus untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak dan guru dengan pendekatan yang menyenangkan serta edukatif.
Program ini dirancang secara khusus untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak dan guru dengan pendekatan yang menyenangkan serta edukatif.
Kegiatan dimulai pada Selasa, 6 Januari 2026, di Lingkungan II Kelurahan Aloban, Kecamatan Tapian Nauli, Sumatera Utara. Sebanyak 75 anak menerima layanan psikososial dari tim relawan PMI yang terdiri dari Elvana, Rahmi, Dinda, Maya, dan Lidia.
Kegiatan berlanjut pada Kamis, 8 Januari 2026, di SD Negeri 38 Kota Sibolga dengan jumlah anak yang menerima layanan meningkat signifikan menjadi 159 siswa. Untuk menjamin semua siswa mendapatkan pendampingan yang optimal, tim relawan juga diperkuat dengan tambahan personel.
Menurut Elvana, salah satu relawan PMI yang terlibat langsung dalam program ini, metode kegiatan disesuaikan dengan tingkat usia anak-anak.
Sementara itu, bagi siswa kelas 4 hingga 6, tim PMI mengadakan permainan outdoor yang dirancang untuk menguatkan kerja sama antar siswa sekaligus membawa keceriaan di tengah masa pemulihan pasca bencana.
Tidak hanya anak-anak yang menjadi fokus perhatian PMI, tenaga pendidik seperti guru dan kepala sekolah juga mendapatkan sesi psikoedukasi yang sangat penting.
Kegiatan berlanjut pada Kamis, 8 Januari 2026, di SD Negeri 38 Kota Sibolga dengan jumlah anak yang menerima layanan meningkat signifikan menjadi 159 siswa. Untuk menjamin semua siswa mendapatkan pendampingan yang optimal, tim relawan juga diperkuat dengan tambahan personel.
Menurut Elvana, salah satu relawan PMI yang terlibat langsung dalam program ini, metode kegiatan disesuaikan dengan tingkat usia anak-anak.
"Untuk anak-anak kelas 1 sampai 3 SD, kami mengajak mereka melakukan aktivitas kreatif seperti mewarnai gambar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengekspresikan perasaan mereka secara bebas dan menyenangkan," ujar Elvana.
Sementara itu, bagi siswa kelas 4 hingga 6, tim PMI mengadakan permainan outdoor yang dirancang untuk menguatkan kerja sama antar siswa sekaligus membawa keceriaan di tengah masa pemulihan pasca bencana.
"Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membantu mereka membangun kembali rasa percaya diri dan kebersamaan," tambah Elvana.
Tidak hanya anak-anak yang menjadi fokus perhatian PMI, tenaga pendidik seperti guru dan kepala sekolah juga mendapatkan sesi psikoedukasi yang sangat penting.
Materi yang diberikan membekali mereka dengan pemahaman tentang berbagai reaksi psikologis yang mungkin dialami siswa setelah mengalami bencana. Hal ini diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan dukungan yang tepat dan efektif di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri 38 Kota Sibolga, Hasan, mengapresiasi upaya PMI ini.
Program Dukungan Psikososial PMI ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama anak-anak yang sangat rentan terhadap trauma. Dengan pendekatan yang ramah anak dan edukatif, PMI berharap dapat mempercepat proses pemulihan psikologis dan membangun ketahanan mental para penyintas bencana di Sumatera Utara.
Melalui kegiatan ini, PMI tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga menanamkan harapan dan semangat baru bagi anak-anak dan guru agar dapat melewati masa sulit dengan lebih kuat dan optimis.
Kepala Sekolah SD Negeri 38 Kota Sibolga, Hasan, mengapresiasi upaya PMI ini.
"Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang telah hadir memberikan dukungan psikososial. Ini sangat membantu kami sebagai tenaga pendidik untuk lebih memahami kondisi siswa dan mendukung mereka agar bisa kembali semangat belajar," ujarnya.
Program Dukungan Psikososial PMI ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama anak-anak yang sangat rentan terhadap trauma. Dengan pendekatan yang ramah anak dan edukatif, PMI berharap dapat mempercepat proses pemulihan psikologis dan membangun ketahanan mental para penyintas bencana di Sumatera Utara.
Melalui kegiatan ini, PMI tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga menanamkan harapan dan semangat baru bagi anak-anak dan guru agar dapat melewati masa sulit dengan lebih kuat dan optimis.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
