Agrinas Siap Ikuti Arahan soal Impor Mobil India
lintas86.com, Jakarta – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan DPR RI terkait penundaan impor 105.000 mobil pikap dari India yang rencananya akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pernyataan ini disampaikan Joao menanggapi permintaan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta pemerintah menunda terlebih dahulu rencana impor tersebut.
"Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat," ujar Joao saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), mengumumkan akan memasok 35.000 unit mobil pikap Scorpio pada 4 Februari 2026. PT Agrinas Pangan Nusantara kemudian mengonfirmasi rencana impor total 105.000 unit, yang terdiri dari 35.000 unit pikap 4x4 dari M&M, serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri, yang memberikan nilai tambah ekonomi signifikan.
Menperin menjelaskan bahwa jika 70.000 unit kendaraan pikap 4x2 dipenuhi dari produksi dalam negeri, maka akan memberikan dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) sekitar Rp27 triliun.
Sufmi Dasco Ahmad menyebut penundaan ini juga karena Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan membahas lebih rinci mengenai rencana impor tersebut, termasuk meminta pendapat serta mengkalkulasi kesiapan perusahaan dalam negeri.
"Saya sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Sumber: ANTARA News
Editor: Redaksi



Posting Komentar