PMI Distribusikan Seragam dan Alat Sekolah di Tapanuli Tengah
lintas86.com, Tapanuli Tengah – Dalam rangka memulihkan sektor pendidikan yang terdampak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara telah mengambil langkah cepat dan proaktif untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Pada hari Senin, 23 Februari, PMI Sumut melaksanakan distribusi bantuan yang mencakup seragam sekolah, perlengkapan pendidikan, dan kebutuhan rumah tangga bagi para siswa dan guru yang terkena dampak bencana.
Bencana tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga meruntuhkan ekonomi sebagian besar keluarga di daerah tersebut.
Akibatnya, selama lebih dari tiga bulan terakhir, banyak siswa terpaksa bersekolah tanpa mengenakan seragam resmi. Keterbatasan keuangan orang tua membuat pembelian seragam baru dan alat tulis menjadi hal yang sulit.
Merespons situasi kritis ini, PMI Sumut dengan cepat menjangkau tiga sekolah sebagai target penyaluran bantuan, berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMP Negeri 4 Sibabangun, SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, dan SD Negeri 155688 Muara Sibuntuon.
Koordinator Lapangan PMI Sumut, Ade Yudiansyah, MH, menegaskan dedikasi PMI dalam memberikan bantuan kepada para penyintas bencana.
"Kami menyalurkan 82 pasang seragam sekolah, 136 paket school kit, serta 9.600 pak buku dan alat tulis," ungkap Ade. "PMI akan senantiasa bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanganan pasca-bencana."
Bukan hanya siswa yang mendapatkan manfaat dari bantuan tersebut. Para guru yang juga terkena dampak bencana mendapatkan perhatian khusus dari PMI. Bantuan yang disalurkan kepada mereka mencakup 54 paket lengkap yang terdiri dari kompor gas beserta regulator, paket sembako, dan pakaian baru.
Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, Hans Hutauruk, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan ini.
"Siswa dan guru kami banyak yang rumahnya terdampak. Awalnya banyak yang tidak masuk karena harus membantu orang tua membersihkan rumah," kata Hans.
Ia menambahkan,
"Dengan bantuan seragam dan alat sekolah dari PMI ini, kami sangat bahagia. Siswa akhirnya bisa berseragam kembali dan guru-guru terbantu dengan peralatan rumah tangga."
Seorang siswa yang menerima bantuan, Lina, juga berbagi perasaannya.
"Saya sangat senang sekarang bisa kembali mengenakan seragam ke sekolah. Terima kasih banyak kepada PMI yang sudah membantu kami," katanya dengan penuh semangat.
Proses distribusi bantuan tidaklah mudah. Tim PMI Sumut, yang terdiri dari 15 personel dan didukung oleh tiga kendaraan operasional, harus menempuh perjalanan darat lebih dari dua jam dari pusat koordinasi.
Jalur yang dilalui masih menyisakan tantangan berupa retakan jalan dan bekas longsoran di beberapa titik, membuat tim harus ekstra hati-hati dalam menyalurkan bantuan.
Dengan dukungan ini, diharapkan dapat mempercepat pemulihan pendidikan di wilayah terdampak dan memberikan dorongan moral bagi siswa serta tenaga pengajar untuk kembali beraktivitas dengan semangat baru dan harapan.
PMI terus berkomitmen untuk aktif mendukung masyarakat Tapanuli Tengah sehingga mereka dapat pulih dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik setelah bencana.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar