PMI Jaksel Resmikan Rumah Tumbuh untuk Penyintas Bencana di Malalak, Agam
00:00
00:00
lintas86.com, Agam – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan meresmikan pembangunan hunian Rumah Tumbuh bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (10/2).
Program Rumah Tumbuh merupakan bentuk dukungan PMI dalam fase pemulihan dan rehabilitasi pascabencana. Kehadiran hunian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penyintas, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Sebanyak 15 unit Rumah Tumbuh dibangun dan tersebar di tiga Jorong/Dusun di wilayah Nagari Malalak Timur, yakni 12 unit di Jorong Toboh, 2 unit di Jorong Limo Badak, dan 1 unit di Jorong Pakan Subarang.
Seluruh rumah dibangun di atas lahan milik masing-masing penerima manfaat, sehingga para penyintas dapat kembali menempati tanah mereka sendiri secara lebih layak dan aman.
Peresmian ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Agam. Bupati Agam yang diwakili oleh Staf Ahli menyampaikan penghargaan atas kepedulian dan kontribusi PMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Wakil Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, H. Aim Zein, didampingi Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Hidayatul Irwan, menyampaikan bahwa dukungan PMI tidak berhenti pada pembangunan hunian. Ke depan, PMI juga berencana memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, seperti pengadaan lemari dan perlengkapan rumah tangga lainnya guna menunjang kenyamanan mereka.
“Kami bekerja secara berkelanjutan dan akan terus mendampingi warga, khususnya para korban galodo,” ujar Aim, merujuk pada istilah masyarakat Minangkabau untuk bencana banjir dan tanah longsor.
Ia menambahkan, PMI Provinsi Sumatera Barat akan menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pengadaan lemari beserta perlengkapannya bagi para penerima manfaat. Langkah ini diharapkan dapat melengkapi hunian yang telah dibangun agar lebih fungsional dan layak huni.
Sementara itu, Walikota Jakarta Selatan M. Anwar menyampaikan arahan kepada Ketua PMI Kota Jakarta Selatan agar memastikan seluruh unit Rumah Tumbuh dapat rampung sebelum Lebaran, sehingga para penyintas dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan tempat tinggal yang lebih layak.
Ketua PMI Kota Jakarta Selatan Mundari juga menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp16 juta per unit dialokasikan untuk pembangunan struktur dasar bangunan agar rumah dapat segera ditempati secara aman.
Untuk menyempurnakan hunian agar lebih nyaman dan layak huni, masih dibutuhkan dukungan tambahan berupa perlengkapan rumah tangga serta penyempurnaan bangunan.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh relawan PMI dari Pos Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kota Bukittinggi yang memiliki kapasitas teknis, dengan pendampingan dari PMI Kota Jakarta Selatan. Dukungan swadaya masyarakat serta keterlibatan aktif calon penerima manfaat sejak tahap pembangunan hingga proses finishing turut memperkuat semangat kebersamaan dalam program ini.
PMI Kota Jakarta Selatan menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kepercayaan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, khususnya PERBANAS, PT Duta Elok Persada, Asosiasi Konsultan Pialang Asuransi, Mitrasraya, serta para donatur lainnya yang telah berkontribusi.
“Berkat kolaborasi ini, harapan para penyintas untuk kembali memiliki hunian yang layak akhirnya dapat terwujud,” ujar Mundari.
Melalui kolaborasi lintas daerah, dukungan para donatur, serta sinergi dengan dunia usaha, PMI berharap program Rumah Tumbuh ini dapat menjadi awal kebangkitan bagi para penyintas dalam menata kembali kehidupan mereka secara lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar