FORPIS Banyuwangi Perkuat Aksi Sosial Ramadan, Tekankan Kebersamaan dan Kepedulian
lintas86.com, Banyuwangi – Dalam rangka memperkuat aksi sosial selama bulan suci Ramadan, Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyuwangi menggelar pertemuan strategis pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Aula PMI Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan anggota PMR dari berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Banyuwangi ini bertujuan untuk menggalang semangat kebersamaan dan penegasan kembali komitmen terhadap kegiatan kemanusiaan.
Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PMI, dilanjutkan dengan sambutan yang penuh motivasi dari Yasni Bachtiar, perwakilan Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi.
Yasni menyoroti peran strategis FORPIS dalam membangun kesadaran kemanusiaan di kalangan pelajar, serta mengapresiasi semangat dan dedikasi dari anggota FORPIS.
“FORPIS adalah wadah strategis bagi generasi muda untuk belajar kepemimpinan, solidaritas, dan aksi nyata kemanusiaan. Kami berharap teman-teman FORPIS terus aktif, solid, dan mampu menjadi contoh di sekolah masing-masing,” ujar Yasni Bachtiar, menekankan pentingnya peran FORPIS sebagai motor penggerak perubahan.
Kehadiran perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi juga memberi nilai tambah dalam pertemuan ini.
Dukungan penuh disampaikan, seiring dengan arahan dan motivasi yang bertujuan menguatkan jiwa kepemimpinan dan kesetiakawanan sosial di antara anggota FORPIS.
Sesi inti pertemuan difokuskan pada penyampaian informasi mendalam mengenai peran, tujuan, serta program kerja FORPIS ke depan, dengan titik berat pada teknis pelaksanaan pembagian takjil selama bulan Ramadan.
Komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antar anggota menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam forum ini, sebagaimana disampaikan oleh Koordinator FORPIS.
Alif Jiwa Sasindra, yang kerap disapa Pablo dan merupakan Koordinator FORPIS hasil Jumbara PMI Provinsi Jawa Timur di Gresik, memberikan presentasi yang berisi pengalaman dan hasil dari kegiatan di tingkat provinsi. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi referensi yang memperkuat program FORPIS di Banyuwangi.
“Kami ingin FORPIS Banyuwangi semakin kompak dan terorganisir. Melalui pembagian zona pembagian takjil ini, kami berharap kegiatan berjalan tertib dan menjadi momentum mempererat kebersamaan antar anggota,” ungkapnya, menandai akhir dari pertemuan tersebut.
Rapat ini diakhiri dengan pembagian wilayah atau zona untuk kegiatan pembagian takjil, disertai pembahasan teknis pelaksanaan di masing-masing area. Harapannya, pertemuan ini dapat memberikan dampak positif, meningkatkan semangat sosial, serta mendorong kebersamaan pelajar di Kabupaten Banyuwangi untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat luas.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar