Palang Merah Indonesia Terima Donasi US$100,000 dari Taiwan untuk Korban Banjir Sumatera
lintas86.com, Jakarta - Pada penghujung tahun 2025, Sumatera diterpa cuaca ekstrem akibat fenomena siklon tropis. Fenomena ini menyebabkan hujan lebat dan banjir yang mengakibatkan kerusakan serius, disertai tanah longsor, mengancam kehidupan ribuan warga. Dalam menghadapi bencana ini, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan sangat mendesak.
Pada tanggal 11 Maret 2026, dukungan internasional kembali datang, kali ini dari Pemerintah Taiwan.
Duta Besar Bruce Chen-jung Hung, yang menjabat sebagai Kepala Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO), menyerahkan donasi sebesar US$100,000 kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu upaya penanganan bencana di Sumatera.
Penyerahan donasi ini diterima oleh Ketua Umum PMI, Bapak Jusuf Kalla, dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna di kantor pusat PMI.
Donasi tersebut diharapkan dapat membantu dalam berbagai aspek kebutuhan mendesak yang dihadapi para korban bencana.
"Dengan donasi ini, kami berharap dapat membantu menyediakan tempat tinggal sementara dan memenuhi kebutuhan sehari-hari para keluarga yang terkena dampak," ujar Duta Besar Hung.
Ia menambahkan bahwa Taiwan juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan PMI dalam upaya rehabilitasi jangka panjang bagi wilayah terdampak.
Jusuf Kalla, dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan kepada Taiwan atas solidaritas dan kepeduliannya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas solidaritas dan kepedulian Pemerintah Taiwan terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Utara. Kami akan mengoptimalkan penggunaan donasi ini untuk memberikan layanan kemanusiaan, memenuhi kebutuhan dasar, serta mendukung pemulihan mereka," ungkapnya.
PMI dikenal sebagai organisasi kemanusiaan terpercaya di Indonesia, selalu hadir di garis terdepan dalam setiap upaya penanggulangan bencana.
Dalam kesempatan ini, Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam memperkuat solidaritas antar bangsa, terutama dalam penanganan masalah global seperti bencana alam.
Taiwan, di lain pihak, konsisten terhadap komitmen internasionalnya untuk membantu menjalankan misi kemanusiaan.
Mengenai ini, Duta Besar Hung menekankan prinsip Taiwan dalam menghadapi kesulitan yang dialami oleh orang lain.
"Kami berpegang pada prinsip merasakan kesulitan orang lain seolah-olah itu juga kesulitan kita, dan kami akan terus menjalankan tanggung jawab kemanusiaan di tingkat global," jelasnya.
Kerjasama antara Taiwan dan Indonesia dalam konteks ini tidak hanya menunjukkan hubungan bilateral yang erat, tetapi juga menyoroti pentingnya dukungan antar negara dalam menghadapi tantangan global. Taiwan dan Indonesia berharap bahwa dengan bantuan yang diberikan, para korban bencana di Sumatera dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
Lebih jauh, inisiatif ini menunjukkan bahwa masalah kemanusiaan tidak mengenal batas geografis dan perlu ditangani melalui upaya bersama. Sebagai bagian dari komunitas internasional, Taiwan maupun Indonesia memiliki tanggung jawab bersama untuk saling membantu dan mendukung, menciptakan lingkungan dunia yang lebih aman dan peduli bagi semua orang. Dengan langkah ini, diharapkan akan terjalin lebih banyak kerja sama serupa di masa depan, membangun solidaritas dan persaudaraan antara bangsa.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar