PMI Perkuat Komitmen dengan Siapkan Bantuan Non-Tunai untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera
0 menit baca
| PMI saat Koordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang (Foto Istimewa) |
lintas86.com, Aceh - Palang Merah Indonesia (PMI) terus menunjukkan dedikasinya dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak oleh bencana alam di Pulau Sumatera. Melalui program Bantuan Non-Tunai (BNT), PMI menargetkan penyaluran dana stimulan kepada warga yang terkena dampak hingga pemulihan pascabencana benar-benar tuntas. Komitmen ini ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kerugian akibat banjir dan tanah longsor.
Bramantio, perwakilan dari PMI Pusat, menyatakan bahwa sejumlah 4.500 kepala keluarga (KK) di empat kabupaten yang tersebar di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumatera Barat, akan menerima bantuan ini. Kabupaten tersebut adalah Aceh Tamiang, Padang, Tapanuli Tengah, dan Agam.
"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di empat kabupaten tersebut dan menetapkan mereka sebagai mitra pelayanan PMI dalam penyaluran bantuan ini," ungkap Bramantio saat dihubungi. Kamis, (5/3)
Dalam program ini, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 melalui voucher yang dapat dicairkan di kantor pos setempat. Kebijakan ini menargetkan warga yang memenuhi kriteria tertentu, seperti keluarga dengan rumah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana, kelompok rentan termasuk ibu menyusui, penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus pascabencana.
"Proses verifikasi yang kami terapkan sangat ketat. Kami menggunakan metode By Name By Address (BNBA) untuk memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada yang membutuhkan," jelas Bramantio lebih lanjut.
Rencana sosialisasi dan distribusi bantuan ditetapkan untuk dimulai pada tanggal 12 Maret 2026.
Kerjasama dengan PT Pos Indonesia sebagai penyedia jasa keuangan juga merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran distribusi dana. Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan menukarkan voucher yang telah diberikan ke kantor pos terdekat untuk memperoleh uang tunai.
"Untuk masyarakat kelompok rentan, PMI dan PT Pos Indonesia akan memfasilitasi pencairan uang tunai tersebut agar dapat diantarkan langsung kepada penerima manfaat," tambah Bramantio.
Dengan langkah ini, PMI berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Pulau Sumatera. Program Bantuan Non-Tunai ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PMI untuk memberikan dukungan kemanusiaan secara efektif dan transparan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi