PMI Salurkan Bantuan Tunai Rp. 1 Juta kepada 2.306 KK Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
lintas86.com, Aceh Tamiang – Dalam upaya cepat tanggap dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) telah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp. 1 juta kepada 2.306 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Jumat, (13/3)
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memastikan pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Acara seremonial penyerahan bantuan ini berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 60 penerima manfaat hadir secara simbolis untuk mewakili ribuan keluarga lainnya yang akan menerima bantuan tunai. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung dalam memenuhi kebutuhan dasar para penerima di tengah masa pemulihan pascabencana.
Proses penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 18 Maret 2026 di GOR Aceh Tamiang. Proses ini didukung oleh dana dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) melalui skema Disaster Response Emergency Fund (DREF), menunjukkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara PMI dan komunitas internasional untuk menangani krisis kemanusiaan di tingkat lokal.
Sebelum penyaluran, PMI melaksanakan verifikasi data penerima manfaat yang dimulai sejak 22 Februari 2026. Verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan. Data awal mengenai korban terdampak diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan diverifikasi lebih lanjut di lapangan dengan bantuan perangkat desa setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.Ei, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PMI dan IFRC atas dukungan yang telah diberikan.
"Bantuan tunai ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Di tengah masa yang sulit ini, perhatian dan kepedulian PMI dan IFRC menjadi cahaya harapan bagi kami untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan," ujarnya.
Delegasi IFRC, T Khairil, menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas dalam menghadapi bencana.
"Dukungan melalui DREF ini adalah bentuk solidaritas internasional untuk Aceh Tamiang. Kami berharap bantuan ini bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak selama masa pemulihan," ujarnya.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Asmawi Hisyam, menegaskan bahwa PMI selalu berkomitmen untuk hadir dalam merespon segala bentuk bencana di seluruh Indonesia.
"Kami berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra kemanusiaan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan akuntabel," ungkapnya.
Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, SE, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran bantuan hanya dapat terlaksana dengan baik melalui verifikasi ketat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara transparan agar bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya," jelas Murdani.
Siti Aisyah, seorang warga Kecamatan Karang Baru yang menerima bantuan, menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada PMI.
"Setelah banjir, kami perlu mengembalikan banyak hal di rumah. Bantuan ini sangat membantu kami untuk bangkit kembali," katanya dengan rasa haru.
Komitmen PMI dengan dukungan IFRC tidak hanya menyediakan bantuan langsung, tetapi juga menguatkan solidaritas kemanusiaan lintas batas, menciptakan pengaruh positif serta mempercepat pemulihan masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Melalui aksi nyata ini, PMI berharap kesejahteraan komunitas setempat dapat segera terpenuhi dan pulih seperti sediakala.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar