Program Magang Berdampak, UMPo Menyiapkan Mahasiswa untuk Dunia Kerja
lintas86.com, Ponorogo - Halaman Plaza Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPo) menjadi saksi dari peluncuran resmi program magang berdampak yang inovatif dan menginspirasi.
Dipimpin oleh Pejabat Bupati Lisdyarita, 51 mahasiswa dari Program Studi S-1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan secara resmi dilepas untuk menjalani magang berdampak selama empat bulan di 14 kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Senin, 2 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya UMPO untuk menjembatani antara pendidikan dan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Hebatnya, program magang ini memiliki fokus khusus pada pendampingan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam menyusun laporan keuangan menggunakan aplikasi Sistem Rekam Ekonomi Elektronik Terpadu (SREET).
Program ini diharapkan dapat mengasah keterampilan akademik dan non-akademik para mahasiswa, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengembangan ekonomi desa.
Nur Sayidatul Muntiah, SE., M.Ak, selaku Kepala Program Studi S-1 Akuntansi, menyatakan bahwa program ini merupakan realisasi nyata dari visi UMPo dalam memberdayakan mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam konteks dunia nyata.
“Alhamdulillah, kita bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dengan harapan para mahasiswa dapat membantu Bumdes menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan,” ujar Nur.
Tujuan utama dari magang berdampak ini adalah untuk memperkenalkan digitalisasi dalam penyusunan laporan keuangan Bumdes.
Nur menambahkan bahwa dengan keterlibatan mahasiswa, laporan keuangan diharapkan dapat disusun secara up-to-date, memberi manfaat besar bagi pemangku kepentingan.
“Hal ini sebagai pertanggungjawaban Bumdes karena pengelolaan dana berasal dari desa, dan mahasiswa dapat mengimplementasikan materi perkuliahan terkait dengan pemerintahan laporan keuangan,” lanjutnya.
Dr. Sugeng Wibowo, M.H, Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan, menyampaikan dalam sambutannya bahwa magang berdampak ini menjadi indikator kualitatif bagi kontrol kualitas pendidikan yang berorientasi pada dunia kerja.
“Pesan saya, mohon laksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan manfaatkan momen ini untuk berfikir kreatif dan inovatif,” ujar Dr. Sugeng.
Toni Sumarsono, M.Si, Kepala DPMD, turut menyambut positif kerja sama ini.
Ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mengoptimalkan kinerja Bumdes untuk melaporkan kegiatan ekonomi desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dengan pembekalan yang telah diterima, kami berharap para mahasiswa dapat memberi motivasi kepada direktur Bumdes untuk melaksanakan amanat pemerintah desa,” ujarnya.
Bambang Suhendro, ST, MM, yang mewakili Plt Bupati Ponorogo, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap UMPo.
“Magang ini sangat berguna bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dunia nyata. Ini adalah langkah penting agar mahasiswa dapat melihat dunia nyata dari teori yang dipelajari di bangku kuliah,” katanya.
Melalui program magang berdampak ini, UMPO telah mengambil langkah konkret dalam mendekatkan mahasiswanya selangkah lebih dekat ke dunia kerja.
Bambang Suhendro, ST, MM, menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan bahwa perguruan tinggi lain dapat memanfaatkan momen serupa untuk penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Sebagai ujung tombak inovasi dan kemitraan, UMPo bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas pengelolaan sektor ekonomi desa melalui program yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Inisiatif ini diharapkan menjadi barometer bagi pengembangan ekonomi berbasis desa di Ponorogo dan menjadi model bagi daerah lainnya.
Penulis: arif
Editor: Redaksi



Posting Komentar