Verifikasi Ketat PMI Pastikan Bantuan Non-Tunai Pascabencana di Tapanuli Tengah Tepat Sasaran
lintas86.com, Tapanuli Tengah – Dalam upaya membantu pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor, Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan program Bantuan Non-Tunai (BNT) di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Program ini dirancang untuk memberikan dana stimulan senilai Rp1.000.000 per kepala keluarga (KK) kepada 1.320 KK yang tersebar di 31 desa/kelurahan di empat kecamatan: Badiri, Tukka, Tapian Nauli, dan Sitahuis.
PMI bekerja keras memastikan setiap bantuan tepat sasaran melalui proses verifikasi data yang ketat dan akurat, berbasis sistem By Name By Address (BNBA).
Program ini terutama memprioritaskan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, kelompok rentan seperti ibu menyusui, penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat yang memerlukan perhatian khusus pascabencana.
Ade Yudiansyah, Koordinator Lapangan PMI Sumut, menjelaskan tantangan yang dihadapi tim di lapangan untuk memastikan akurasi data:
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan validitas data. Kami menemukan di lapangan bahwa kategori kerusakan rumah masih sering tercampur antara Rusak Berat dan Rusak Sedang, sehingga tim harus melakukan verifikasi ulang secara teliti agar tidak ada hak warga yang terabaikan," ungkap Ade Yudiansyah. Kamis, (5/3/2026)
Ade menekankan meski terdapat kesulitan akses ke beberapa titik lokasi bencana, PMI berkomitmen untuk memastikan bantuan tersebut diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan di lapangan.
Proses administrasi dan verifikasi saat ini tengah dikebut agar siap sebelum tahap sosialisasi dan distribusi dijadwalkan pada 12 Maret 2026. PMI berharap bantuan ini dapat memberikan sedikit keringanan bagi para korban bencana di Tapanuli Tengah.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar