PMI dan Komite PRB SDK Sante Maggarai Susun Renkon dan SOP Banjir
lintas86.com, Manggarai - Ruteng, Masuk dalam salah satu zona ancaman banjir di daerah pesisir, Komite Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sekolah Dasar Katolik (SDK) Sante, Desa Para Lando Kecamatan Reok Barat dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai melanjutkan kegiatan di sekolah dengan penyusunan dokumen rencana kontigengsi (Renkon) dan standar operasional prosedur (SOP) bahaya banjir di lingkungan Sekolah.
Tujuan penyusunan dokumen tersebut adalah untuk memetakan para pihak (kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pemerintah desa), rencana kerja sektor, serta langkah-langkah penanganan bencana banjir yang dimulai dengan tahapan sebelum banjir terjadi, saat banjir, dan pasca banjir.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari (09-10/04/2026) secara paralel di 4 Sekolah dasar yakni SDK Kedindi, SDN Ojang, SDI Lemarang, dan SDK Sante. Peserta yang terlibat dalam penyusunan sebanyak 25 orang dari unsur kepala sekolah, guru, siswa, komite, orang tua, pemerintah desa, dan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
Sebagaimana diungkapkan kordinator Program ELECTRA PMI Kabupaten Manggarai, Thomas Hikmat, bahwa kegiatan ini adalah rangkaian lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang sudah dimulai sejak Juli 2025.
Program ELECTRA dukungan Palang Merah Amerika memulai dengan pembentukan Komite PRB dan Tim Siaga Bencana Sekolah, Kajian Resiko Sekolah, Penyusunan Rencana Aksi Sekolah.
“Penentuan SOP banjir didasarkan pada hasil kajian risiko bencana sekolah yang mana banjir merupakan ancaman tertinggi dibanding ancaman lain. Apalagi posisi sekolah berada di dekat pantai dan bagian belakangnya ada bukit, kondisi ini rentan banjir apalagi saat hujan. Sekolah dapat menjadikan acuan saat situasi darurat banjir di sekolah. Jika tidak terjadi maka mereka dapat menggunakannya dengan melakukan simulasi banjir dilingkungan sekolah", tegas Thomas Hikmat.
Proses kegiatan di SDK Sante berlangsung dengan penuh antusias dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah pengantar materi renkon dan SOP, selanjutnya peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk membahas draft renkon dan SOP yang sudah dibuat untuk selanjutnya dipresentasikan untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain.
Kepala Sekolah SDK Sante menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan penyusunan rencon dan SOP ini.
“Terima kasih kepada PMI Kabupaten Manggarai dengan dukungan Palang Merah Amerika yang dengan setia menemani dan membagikan pengalaman terkait kebencanaan di lingkungan sekolah. Tiga pilar utama Satuan Pendidikan Aman Bencana sudah menemukan bentuknya terutama pilar manajemen bencana terkait tim, dokumen kajian hingga sekarang penyusunan panduan prosedur tim siaga bencana sekolah ketika banjir tiba, “ ungkap Silvister Mus.
Fransiskus Suhardiono, Ketua komite PRB Desa Para Lando hadir sebagai peserta mengatakan
“proses penyusunan dokumen renkon dan SOP ini sangat detail terkait tugas dan peran masing-masing tim termasuk membangun alur kordinasi dengan kami di desa saat terjadi banjir. ”
Sementara Operator SDK Sante Simon Obianus O. Mado yang adalah anggota Tim Siaga Bencana Sekolah mengatakan
”Panduan yang disusun ini sangat bermanfaat bagi kami. Mungkin diproses sebelumnya kami masih kurang paham apalagi ada SK Tim Siaga Bencana yang memuat nama-nama kami baik guru,orang tua maupun siswa. Disini kami jelas melihat jika ada bahaya banjir, kami tahu melakukan apa, saat mana dan kapan waktunya. Sehingga kami bisa tahu alur dan proses dalam menangani bencana banjir, termasuk informasi yang harus diteruskan dengan melihat dan mengenali tanda-tanda dan pemicu dari banjir tersebut", lanjut Simon.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen oleh para pihak sebagai bentuk ditetapkannya Renkon dan SOP Bencana Banjir SDK Sante untuk selanjutnya digunakan jika menghadapi bahaya banjir.
“Langkah selanjutnya dokumen ini akan disosialisasikan kepada warga sekolah. Dan agenda lanjutan dukungan Program ELECTRA akan dilaksanakan simulasi bencana yang dijadwalkan berlangsung tahun 2027 mendatang,” tutup Thomas Hikmat pada acara penutupan kegiatan tersebut.
Kegiatan penyusunan Rencon dan SOP Banjir ini berjalan dengan baik dengan keterlibatan seluruu peserta secara aktif dan partisipatif. Langkah-langkah ini juga merupakan bagian dari penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah sesuai ketentuan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019.
Penulis: Adrian J
Editor: Redaksi


Posting Komentar