Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah

LINTAS86.com LUMAJANG – Perayaan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 di Kabupaten Lumajang berlangsung meriah dengan memadukan aksi sosial dan kreativitas digital. Agenda utama yang paling menyedot perhatian publik adalah Kompetisi Kreatif Lomba Videografi Kemanusiaan yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang.
Ajang kompetisi seni digital ini berhasil memunculkan nama Ns. Yeyen Indayani, seorang perawat profesional dari UPTD Puskesmas Pasrujambe, sebagai pemenang pertama. Mengusung sinematografi yang kuat dan pesan yang menyentuh, Ns. Yeyen mendedikasikan piala kemenangan ini bagi seluruh pendonor darah sukarela yang menjadi pahlawan kemanusiaan di dunia nyata.
Bagaimana keseruan rangkaian kegiatan luring HDDS 2026 dan seperti apa kisah unik di balik proses produksi video jawara berlatar Desa Pasrujambe tersebut? Simak ulasan mendalamnya berikut ini.

3 Pilar Program Luring PMI Lumajang di HDDS 2026

Guna menyeimbangkan sosialisasi teori yang selama ini masif di media massa, PMI Lumajang mengeksekusi strategi berbeda tahun ini. Mereka menggelar rangkaian program luar jaringan (luring/offline) secara interaktif langsung di Markas PMI Lumajang. Langkah taktis ini diambil untuk merangkul masyarakat umum secara masif lewat pendekatan edukasi kesehatan, penghargaan kemanusiaan, serta hiburan digital kreatif.
Panitia membagi rangkaian perayaan strategis ini ke dalam tiga pilar kegiatan utama:

1. Aksi Donor Darah Massal Bertabur Door Prize

Sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada warga yang bersedia meluangkan waktu dan menyumbangkan darahnya secara sukarela, PMI Lumajang menyediakan stimulus berupa ratusan paket door prize menarik. Setiap pendonor yang sukses melakukan proses pengambilan darah berhak mendapatkan kupon undian langsung dengan kesempatan membawa pulang aneka hadiah hiburan yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga.

2. Fasilitas Layanan Pemeriksaan Gula Darah Gratis

Sebagai wujud timbal balik kepedulian terhadap kesehatan preventif masyarakat Lumajang, PMI membuka stan pemeriksaan gula darah gratis tanpa dipungut biaya. Layanan skrining medis dasar ini terbuka untuk seluruh lapisan warga masyarakat yang berkunjung, bertujuan membantu mendeteksi secara dini risiko penyakit diabetes melitus serta mengedukasi pola hidup sehat.

3. Kompetisi Kreatif Lomba Videografi Kemanusiaan

Menyadari masifnya perkembangan dunia digital, PMI Lumajang menggelar kompetisi lomba videografi bertema gerakan donor darah sukarela. Lomba ini ditargetkan khusus bagi para konten kreator, pelajar, dan videografer muda di Lumajang untuk menyalurkan bakat seni digital mereka sekaligus ikut mengampanyekan pesan-pesan kemanusiaan secara estetik dan persuasif melalui konten video pendek di platform media sosial.

Apresiasi Resmi dari Ketua PMI Lumajang H. Budi Santoso

Keberhasilan seluruh rangkaian acara ini tidak lepas dari dukungan penuh jajaran pengurus internal organisasi. Saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba videografi pada hari Minggu, Ketua PMI Kabupaten Lumajang, H. Budi Santoso, S.H., M.Si, memberikan pernyataan resmi yang penuh dengan apresiasi atas keterlibatan aktif para kreator lokal.
H. Budi Santoso menegaskan bahwa karya-karya digital yang dihasilkan oleh para peserta lomba merupakan instrumen promosi baru yang sangat efektif bagi kampanye kemanusiaan di era modern.
"Kami sangat bangga melihat kreativitas luar biasa dari talenta muda Lumajang, khususnya Saudari Ns. Yeyen Indayani yang berhasil meraih juara pertama. Melalui visualisasi video pendek yang estetik dan persuasif, pesan mulia mengenai donor darah sukarela bisa tersampaikan secara lebih luas, segar, dan menyentuh hati generasi muda," ujar H. Budi Santoso, S.H., M.Si dalam sambutan resminya.
Beliau juga menambahkan bahwa integrasi program luring seperti donor darah massal dan pemeriksaan kesehatan gratis ini sengaja dirancang untuk membangun kemandirian pasokan darah di tingkat daerah.
"Target utama kami di tahun 2026 ini adalah memastikan ketersediaan kantong darah di Kabupaten Lumajang selalu aman, sehat, dan berkelanjutan sepanjang tahun. Kolaborasi dengan elemen masyarakat seperti tenaga kesehatan di puskesmas, anak-anak sekolah lewat PMR, hingga kelompok inklusif disabilitas adalah kunci utama mewujudkan kemandirian tersebut," tegas H. Budi Santoso saat didampingi oleh Kepala UDD PMI Lumajang, dr. Halimi Maksum.

Sosialisasi Udara Lewat Radio dan Tradisi Tumpengan

Selain kegiatan fisik di markas, PMI Lumajang juga memaksimalkan jalur udara melalui pemanfaatan media penyiaran lokal. Pengurus Bidang Humas PMI Lumajang, Rini Jamilah, mengonfirmasi bahwa pihak panitia menyelenggarakan program talkshow edukatif di salah satu radio swasta terkemuka di Lumajang.
Talkshow interaktif ini menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus internal PMI, Kepala Unit Donor Darah (UDD), hingga sosok inspiratif berupa pendonor sukarela yang tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Kombinasi narasumber ini sukses memberikan perspektif utuh kepada pendengar mengenai pentingnya menjaga ketersediaan pasokan darah yang aman.
Sebagai puncak rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara, pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026, digelar acara tasyakuran internal di Markas PMI. Seluruh panitia, pengurus, dan relawan berkumpul untuk makan bersama "Tumpeng Keberkahan". Agenda ini menjadi simbol penguat semangat kemanusiaan dalam mengawal gerakan donor darah sukarela di Kabupaten Lumajang sepanjang tahun.

Kisah di Balik Layar Video Jawara Garapan Ns. Yeyen Indayani

Kompetisi Videografi Kemanusiaan dengan total hadiah sebesar Rp600.000 ini berhasil menjaring karya-karya terbaik dari talenta muda Lumajang. Berdasarkan hasil penilaian objektif dewan juri, posisi juara berhasil diamankan oleh tiga perwakilan terbaik:
  1. Juara 1: Ns. Yeyen Indayani (Perawat UPTD Puskesmas Pasrujambe, Desa Pasrujambe)
  2. Juara 2: PMR SMK Mulu
  3. Juara 3: M. Rafi Anas Abror (Anggota PMR Madya, SMPN 1 Pasirian)
Saat diwawancarai seusai menerima penghargaan pada hari penyerahan hadiah, Ns. Yeyen Indayani tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan harunya. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka video pendek buatannya mampu memikat hati para juri dan keluar sebagai juara di momen Hari Donor Darah Sedunia ini.
"Senang pastinya. Nggak nyangka banget video bisa kepilih jadi juara di Hari Donor Darah Sedunia. Alhamdulillah, ini sebenarnya ide dadakan H-1 malam, lalu paginya langsung kami eksekusi," ungkap Ns. Yeyen Indayani dengan senyum lebar.
Meskipun persiapannya sangat singkat, Ns. Yeyen menjelaskan bahwa proses produksi bisa berjalan maksimal karena didukung oleh kerja sama tim yang solid serta momentum lapangan yang sangat pas di lokasi.
"Prosesnya bisa lancar karena didukung dengan konsep, naskah, dan talent yang keren-keren serta hebat. Serta lokasi syuting di Pendopo Desa Pasrujambe yang emang pas sekali waktu itu ada kegiatan DORAPAS (Donor Darah Pasrujambe). Akhirnya semua bisa selesai dengan maksimal," tambahnya merinci proses kreatif di balik layar.

Dedikasi Kemenangan dan Apresiasi untuk Kolaborator

Bagi Ns. Yeyen Indayani, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal atau kelompok kecilnya saja. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari video tersebut adalah mengangkat derajat para pendonor darah yang sering kali bergerak dalam sunyi tanpa mengharapkan imbalan.
"Kemenangan ini bukan buat kami saja, tetapi buat semua pahlawan pendonor yang ada di luar sana," tegas Ns. Yeyen penuh haru.
Ia juga memanfaatkan momen kebahagiaan ini untuk menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh proses produksi video dari awal hingga akhir, di antaranya:
  • Kepala UPTD PKM Pasrujambe beserta jajaran manajemen Puskesmas yang memberikan dukungan moral.
  • Tim Promkes Puskesmas Pasrujambe, khususnya kepada Tata Alifta, S.KM., dan Nurmalasari, S.KM.
  • Bapak Kepala Desa Pasrujambe, Sugianto, beserta seluruh jajaran perangkat desa yang memfasilitasi tempat syuting.
  • Pihak PMI Lumajang serta seluruh dewan juri yang telah memberikan kepercayaan penuh pada karyanya.
  • Seluruh Pendonor di DORAPAS (Donor Darah Pasrujambe) yang menjadi inspirasi, nyawa, dan aktor utama dalam video tersebut.

Kritik Konstruktif dan Saran untuk Kemajuan PMI Lumajang

Sebagai sosok tenaga kesehatan yang peduli pada isu kemanusiaan, Ns. Yeyen tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga menitipkan sejumlah catatan penting bagi kemajuan pelayanan PMI Lumajang ke depan. Ia menyampaikan dua harapan besar agar pelayanan darah di Lumajang semakin prima.
"Harapan saya kepada PMI ke depan, semoga stok darah di PMI selalu aman, sehingga tidak ada lagi keluarga pasien yang panik atau kesulitan mencari darah saat kritis. Yang kedua, semoga seluruh Tim PMI selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini," tutur Ns. Yeyen.
Selain harapan, perawat terampil ini juga memberikan kritik konstruktif terkait pemanfaatan teknologi informasi oleh pihak PMI. Menurutnya, pengelolaan media sosial resmi PMI harus lebih ditingkatkan sensitivitasnya terhadap kebutuhan informasi publik.
  • Kritik: PMI Lumajang diharapkan lebih rutin dan berkala melakukan update (pembaruan) informasi di media sosial, terutama mengenai jadwal keliling unit donor darah (mobil Unit Transfusi Darah). Hal ini penting agar masyarakat yang ingin mendonor bisa bersiap sejak awal.
  • Saran: Ns. Yeyen menyarankan agar PMI mulai menggencarkan program edukasi dini yang menyasar anak-anak sekolah. Selain itu, edukasi juga harus tetap konsisten diberikan kepada kelompok ibu-ibu (emak-emak), mengingat kelompok ini sering kali memiliki keinginan kuat untuk membantu namun masih terhambat oleh rasa takut terhadap jarum suntik atau proses pengambilan darah.

Optimisme Ketersediaan Darah Berkelanjutan di Tahun 2026

Rangkaian acara Semarak HDDS 2026 ini membuktikan bahwa strategi jemput bola dan pelibatan komunitas digital mampu memberikan dampak positif yang masif bagi daerah. Integrasi program yang solid antara pemanfaatan media penyiaran lokal, keterlibatan aktif kelompok inklusif termasuk disabilitas, pemberian stimulus hadiah hiburan, hingga penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan cuma-cuma menjadi kunci sukses acara ini.
Dengan pergerakan yang dinamis ini, manajemen PMI Lumajang menyatakan optimismenya dalam menjaga stabilitas ketahanan medis daerah. Pihak organisasi meyakini bahwa tingkat partisipasi aktif masyarakat yang terus merangkak naik pasca-acara ini akan mampu membangun kemandirian pasokan kantong darah daerah yang sehat, aman, dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026 hingga masa mendatang.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah
  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah
  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah
  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah
  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah
  • Juara Lomba Video PMI Lumajang, Yeyen: Kemenangan Ini untuk Pahlawan Donor Darah

Posting Komentar