KSR PMI UIN Ponorogo Kirim Delegasi ke Final FAI XIII Unsoed
LINTAS86.com, Ponorogo – Kabar membanggakan datang dari dunia kepalanganmerahan mahasiswa. Delegasi Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Islam Negeri Ponorogo (KSR PMI UIN Ponorogo) resmi diberangkatkan menuju ajang bergengsi First Aid Invitation (FAI) XIII Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Tim yang beranggotakan 7 orang relawan pilihan ini dilepas secara resmi pada Selasa malam (30/06/2026). Mereka mengemban misi besar untuk mengharumkan nama kampus sekaligus membawa kehormatan Kabupaten Ponorogo di kancah nasional. Keberangkatan ini membawa modal besar setelah salah satu cabang perlombaan digital berhasil mereka menangkan pada babak penyisihan.
Raihan Prestasi dan Cabang Final yang Diikuti
Perhelatan FAI XIII Unsoed tahun ini mengombinasikan ketangkasan taktis di lapangan dengan inovasi edukasi digital yang ketat. Melalui sistem penilaian hibrida (hybrid), seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan markas PMI di Indonesia harus melewati fase penyisihan daring (online) yang sangat kompetitif sebelum bisa menginjakkan kaki di babak final.
Juara 1 Edukasi Kreatif Digital Terbuka
Sebelum roda bus delegasi berputar meninggalkan Ponorogo, KSR PMI UIN Ponorogo telah mengamankan satu gelar bergengsi di tangan. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri pada babak penyisihan, karya video garapan tim Ponorogo dinobatkan sebagai Juara 1 kategori Edukasi Kreatif Digital: Pembuatan Video Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Keberhasilan ini menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi seluruh anggota kontingen.
Lolos Babak Final 6 Besar Luring
Tidak hanya unggul dalam kreativitas digital, kualitas teknis lapangan dari tim relawan ini juga teruji. KSR PMI UIN Ponorogo sukses menembus jajaran elit babak final (6 besar) untuk dua kategori utama yang sangat prestisius:
- Pertolongan Pertama (PP) & PPKB: Cabang simulasi penanganan korban banyak dan manajemen cedera darurat medis lapangan.
- Pengujian Solusi Inovatif / Denah BKRK: Cabang konseptual yang menuntut ketajaman analisis manajemen bencana dan mitigasi risiko wilayah.
Babak final krusial ini akan diselenggarakan secara langsung atau luring (offline) di Kompleks Kampus Unsoed, tepatnya di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Unsoed, Purwokerto pada Rabu (01/07/2026).
Pesan Penting Pelepasan Delegasi
Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti momen pelepasan kelomok relawan ini. Luhur Karsanto, saat memberikan arahan langsung sebelum armada tim bertolak, menekankan bahwa ketujuh mahasiswa yang berangkat bukanlah delegasi biasa, melainkan representasi dari marwah kelembagaan yang besar.
"Adik-adik KSR malam ini berangkat atas nama besar Kampus juga PMI Kabupaten Ponorogo. Mari kita jaga nama dan kehormatannya di manapun kita berada," tegas Luhur Karsanto di hadapan para relawan.
Dalam wejangannya, Luhur menitipkan tiga poin utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh delegasi selama menempuh perjalanan darat sejauh ratusan kilometer maupun saat bertanding nanti:
- Prioritaskan Kesehatan dan Sadar Lelah: Perjalanan dari Ponorogo menuju Purwokerto memakan waktu sekitar 8 jam. Jalur yang panjang memicu keletihan fisik yang tinggi. Luhur meminta para peserta tidak lengah terhadap rasa capek. Jika tubuh membutuhkan istirahat, tim harus berhenti untuk memulihkan stamina agar tidak jatuh sakit sebelum kompetisi dimulai.
- Pertahankan Mental Orang Pilihan: Kompetisi nasional ini hanya diikuti oleh individu-individu dengan kapasitas terbaik. Menjadi bagian dari 7 orang yang terpilih dari seluruh elemen kampus merupakan pembuktian tersendiri. Semangat bertanding harus terus dijaga dalam kondisi seberat apa pun di lapangan.
- Keamanan Bersama dan Doa: Keselamatan mulai dari keberangkatan, pelaksanaan lomba, hingga kepulangan kembali ke Ponorogo menjadi hal mutlak. Seluruh tim diminta solid saling menjaga keselamatan satu sama lain dan tidak meninggalkan ibadah serta doa di setiap langkah perjuangan.
Persiapan Taktis Berbasis Teknologi BKRK
Guna menghadapi peta persaingan babak final yang terkenal sangat dinamis dan menguras kemampuan berpikir cepat, persiapan matang telah digodok oleh tim pelatih dan pembina. Latihan intensif dilakukan hampir setiap malam demi menyamakan persepsi tindakan dan mematangkan mentalitas bertanding.
Mukhlas Habibi, P.d., selaku Pembina KSR PMI Unit UIN Ponorogo menjelaskan secara detail mengenai kesiapan teknis anak didiknya sebelum bertolak ke Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, selama ini kita sudah sering melaksanakan latihan. Hampir setiap malam kita berlatih di sekitaran Alun-Alun Kabupaten Ponorogo dengan didampingi langsung oleh Pelatih dari PMI Kabupaten Ponorogo Mas Irfan Indra dan juga Mas Nugraha Krisna," ungkap Mukhlas Habibi.
Formulasi Digital Google Maps dan Google Earth
Untuk kategori lomba denah, tim pembina menerapkan metode latihan modern dengan memanfaatkan perangkat geospasial digital. Kontingen KSR PMI UIN Ponorogo dilatih mengombinasikan formula Google Maps dan Google Earth.
Metode simulasi ini dirancang agar para relawan mampu secara cepat membaca, memetakan, dan menganalisis titik-titik risiko bencana di suatu wilayah secara akurat. Penguasaan teknologi navigasi ini disesuaikan secara linier dengan konsep BKRK (Bahaya, Kerentanan, Risiko, dan Kapasitas) yang menjadi standar utama manajemen bencana nasional. Dengan kesiapan instrumen ini, delegasi diharapkan langsung siap memetakan area rawan bencana yang diujikan oleh juri di lapangan.
Prosedur Penanganan Korban Banyak
Mukhlas juga menambahkan bahwa penanganan ketangkasan fisik untuk simulasi korban banyak (Mass Casualty Incident) telah dievaluasi secara berkala. Melalui proses trial and error selama berhari-hari, tindakan yang awalnya dirasa kurang tepat atau kurang cepat kini telah disempurnasikaan. Seluruh pergerakan taktis di lapangan dipastikan telah berjalan otomatis dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kedaruratan medis Palang Merah.
Target Besar: Membawa Pulang Piala Juara Umum
Kompetisi FAI XIII Unsoed bukan sekadar ajang mencari piala pelengkap lemari prestasi kampus, melainkan wadah krusial untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan menambah jam terbang para relawan muda dalam situasi tekanan tinggi. Meski demikian, aura optimisme tinggi tetap diusung oleh seluruh komponen kontingen.
Pihak pembina menegaskan bahwa target tertinggi bukanlah hal yang mustahil jika melihat kerja keras, pengorbanan waktu, dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa selama masa persiapan.
"Harapannya adalah kita berangkat ke Unsoed pertama adalah menambah pengalaman, kedua kalinya adalah untuk meningkatkan kapasitas sehingga nanti dengan harapan bisa meraih hasil yang terbaik. Syukur-syukur menjadi juara umum. Kita harus optimis, yakin usaha sudah, doa sudah, kita tinggal maju!" pungkas Mukhlas Habibi dengan penuh keyakinan.
Kini, fokus utama ketujuh relawan terbaik KSR PMI UIN Ponorogo tertuju pada Aula Fakultas Kedokteran Unsoed. Doa dan dukungan dari seluruh civitas akademika UIN Ponorogo serta masyarakat Kabupaten Ponorogo menyertai setiap tetes keringat perjuangan mereka di medan laga FAI XIII Tingkat Nasional.
Penulis: Rika Dwi N.
Editor: Redaksi

Posting Komentar