Meriah, Event Grebeg Suro Adventure Off-road VII Ponorogo Diikuti 200 Peserta Nasional
LINTAS86.com, PONOROGO – Antusiasme luar biasa menyelimuti perhelatan otomotif tahunan di Bumi Reog. Gelaran Grebeg Suro Adventure Off-road (GSAO) VII tahun 2026 resmi bergulir dengan menyajikan kemeriahan yang memikat ratusan pecinta olahraga ekstrem. Event berskala nasional ini tidak hanya sekadar ajang unjuk ketangguhan kendaraan, melainkan telah menjelma menjadi salah satu ikon sport tourism yang dinanti-nanti oleh komunitas garuk tanah di seluruh Indonesia.
Berlangsung selama hampir sepekan pada 25–28 Juni 2026, GSAO VII menyuguhkan konsep petualangan yang sangat komplet. Para peserta ditantang untuk menaklukkan rintangan alam yang ekstrem sekaligus merasakan sensasi menyatu dengan alam liar. Daya tarik utama dari event ini adalah kewajiban para off-roader untuk mendirikan tenda dan menginap langsung di tengah rimbunnya hutan belantara, atau yang akrab dikenal dengan istilah flying camp.
Ketua Panitia GSAO VII, Didik Didot, mengonfirmasi bahwa jalannya acara tahun ini tergolong sangat sukses dan meriah. Sebanyak 200 off-roader dari berbagai penjuru tanah air tercatat ambil bagian, membawa unit kendaraan penggerak empat roda (4x4) berspesifikasi tinggi untuk menembus lebatnya vegetasi hutan Ponorogo.
Magnet Wisata Otomotif: Dihadiri Komunitas Lintas Pulau
Konsistensi panitia dalam mempertahankan kualitas rute selama tujuh tahun berturut-turut membuahkan hasil manis. GSAO kini dipandang sebagai salah satu rute paling prestisius di kancah otomotif nasional. Jalur perbukitan Ponorogo yang terkenal terjal, licin, dan dipenuhi jebakan lumpur dalam menjadi tantangan yang wajib ditaklukkan oleh para pengemudi profesional.
Menurut penuturan Didik Didot, komposisi peserta tahun ini sangat beragam dan membuktikan bahwa GSAO memiliki gaung yang sangat luas di luar kedaerahan. Para pemilik jip tangguh ini rela menempuh perjalanan jauh demi merasakan atmosfer Grebeg Suro di Ponorogo.
Peta Asal Daerah Peserta GSAO VII:
- Provinsi Jawa Timur: Didominasi tim lokal Ponorogo selaku tuan rumah, disusul perwakilan tangguh dari Surabaya, Malang, Madiun, hingga Ngawi.
- Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta: Diikuti oleh rombongan komunitas off-road asal Semarang dan Yogyakarta.
- Luar Pulau Jawa: Dihadiri oleh petualang otomotif dari Pulau Kalimantan yang sengaja mengirimkan unit kendaraan mereka melintasi laut.
“GSAO sudah tergelar kali ketujuh dan tidak pernah sepi peminat. Medan yang menantang serta sensasi petualangan di hutan membuat para off-roader selalu menunggu-nunggu event di Ponorogo ini setiap tahun,” ungkap Didik Didot.
Kemeriahan tahun ini juga berlipat ganda karena momentum pelaksanaannya berbarengan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Hal ini membuat kolaborasi antara pihak panitia, masyarakat, dan aparat kepolisian berjalan sangat solid dalam mengamankan jalannya seluruh rangkaian acara di lapangan.
Tahap Scrutineering yang Ketat Sebelum Bendera Start Dikibarkan
Sebelum dilepas ke alam liar, aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar oleh seluruh peserta. Pada Kamis, 25 Juni 2026, deru mesin jip penggerak empat roda mulai memecah keheningan lokasi saat memasuki sesi scrutineering (pemeriksaan teknis kendaraan).
Tim teknis memeriksa secara detail setiap sudut kendaraan guna meminimalisir risiko kecelakaan fatal di dalam hutan. Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kekuatan sasis, fungsi penggerak roda, hingga kelengkapan proteksi diri seperti roll cage dan sabuk pengaman khusus. Tidak hanya kendaraan, panitia juga memeriksa peranti flying camp yang dibawa peserta untuk memastikan mereka mampu bertahan hidup mandiri di dalam hutan selama berhari-hari.
Setelah seluruh unit dinyatakan lolos verifikasi, seremoni pemberangkatan resmi pun dimulai. Bendera start (start flag) diangkat secara langsung oleh Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, dari kawasan Stadion Batoro Katong yang dipadati oleh warga sekitar yang ingin menonton langsung.
Sesaat setelah bendera dikibarkan, iring-iringan 200 jip langsung bergerak teratur membelah pusat kota, sebelum akhirnya beralih memasuki area hutan yang sangat menantang di kawasan Kecamatan Pulung dan Kecamatan Sooko. Ketua DPRD Ponorogo, yang akrab disapa Kang Wi, mengaku sangat bangga dengan konsistensi perhelatan ini.
“Ini merupakan event otomotif yang sangat positif karena mampu mengenalkan potensi alam serta kekayaan budaya Ponorogo kepada masyarakat luas,” jelas Kang Wi di sela-sela kesibukannya melepas para peserta.
Apresiasi Tinggi dari Pengurus Pusat Indonesia Offroad Federation
Gema kemeriahan GSAO VII ini rupanya turut mendapat atensi khusus dari jajaran pengurus pusat olahraga otomotif tanah air. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Indonesia Offroad Federation (IOF), Irjen Pol (Purn) Sam Budigusdian, secara terbuka melayangkan apresiasi mendalam atas konsistensi penyelenggaraan event ini hingga mencapai edisi ketujuh.
Sam Budigusdian menilai, apa yang dilakukan oleh komunitas di Ponorogo merupakan contoh ideal bagaimana sebuah hobi olahraga ekstrem dapat berjalan beriringan dengan promosi wisata daerah dan pelestarian kebudayaan lokal. Menurutnya, esensi utama GSAO bukan sekadar ajang adu kecepatan atau pamer ketangguhan mesin di jalur berlumpur.
“Event tahunan ini bukan sekadar ajang menguji kemampuan dan keterampilan mengemudi di medan ekstrem, tetapi juga untuk memperkuat solidaritas antarkomunitas off-road di Indonesia,” tegas Sam Budigusdian.
Mantan perwira tinggi Polri tersebut juga sepakat bahwa olahraga otomotif harus bisa memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar jalur yang dilalui. Integrasi antara kegiatan petualangan dan bakti sosial dinilai mampu menumbuhkan rasa persaudaraan yang erat antara para pemilik jip mewah dengan warga pedesaan.
Melalui kesuksesan perhelatan GSAO VII ini, Kabupaten Ponorogo kembali menegaskan posisinya di kancah nasional sebagai salah satu tuan rumah kegiatan otomotif terbaik. Ponorogo terbukti mampu memadukan tantangan alam yang ekstrem, kekayaan tradisi budaya Grebeg Suro, serta nilai kebersamaan yang hangat dalam satu kemasan acara yang tak terlupakan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar