Banggakan Jakarta, KSR PMI UNJ Raih Juara 3 di Kompetisi Bergengsi Unsoed
LINTAS86.com, PURWOKERTO – – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses mengukir prestasi gemilang berskala nasional. Kontingen kemanusiaan asal ibu kota ini berhasil membawa pulang trofi Juara 3 [🏆]. Prestasi tersebut diraih pada kategori lomba Pertolongan Pertama (PP) & Pertolongan Pertama Korban Banyak (PPKB). Ajang kompetisi ini merupakan bagian dari gelaran bergengsi First Aid Invitation (FAI) XIII Tingkat Nasional yang diikuti puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah.
Kompetisi berskala besar ini merupakan edisi ke-13 yang diselenggarakan oleh UKM KSR PMI Unit Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Babak final kompetisi yang berjalan sangat ketat ini diselenggarakan secara luring (offline). Seluruh rangkaian simulasi taktis bertempat di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Rabu (01/07/2026). Ajang FAI XIII sendiri dirancang sebagai tolok ukur evaluasi mutu relawan. Kompetisi ini bertujuan mengembangkan keterampilan medis darurat secara taktis sekaligus mempererat sinergitas antarrelawan muda di seluruh Indonesia.
Sistem pelaksanaan kompetisi tahun ini dijalankan dengan menggunakan metode hibrida (hybrid). Tahap awal dimulai dari babak penyisihan secara daring (online). Tahap pembuka tersebut meliputi seleksi administrasi ketat dan penilaian karya edukasi digital kreatif. Tim KSR UNJ sukses menyisihkan puluhan kontingen tangguh dari berbagai universitas negeri maupun swasta. Mereka berhasil menembus babak final 6 besar nasional. Pada fase puncak ini, kapasitas mereka diuji langsung melalui skenario simulasi ketangkasan medis lapangan yang sangat menantang.
Lini Masa Perjuangan dan Persiapan Intensif Sejak Bulan Mei
Raihan trofi juara ketiga di tingkat nasional ini tidak didapatkan secara instan atau mengandalkan keberuntungan semata. Tim KSR UNJ harus melalui proses latihan fisik dan pematangan materi yang sangat disiplin. Persiapan intensif ini telah berjalan selama berbulan-buan sebelum hari H pelaksanaan kompetisi di Purwokerto. Setiap personel mengorbankan waktu dan tenaga demi menampilkan performa terbaik untuk mengharumkan nama almamater kampus.
M. Ihsan Hadi Tanoyo, salah satu anggota tim kompetisi PPKB KSR UNJ, membagikan kisah perjuangan timnya. Ia menjelaskan secara rinci lini masa persiapan matang yang mereka lalui dari tahap awal hingga menjelang hari keberangkatan.
"Persiapan lomba kami mulai sejak pertengahan bulan Mei 2026. Saat itu kami fokus pada pembuatan video tahap satu yang menjadi syarat seleksi awal. Proses tersebut berhasil kami rampungkan dengan baik pada tanggal 28 Mei 2026," ujar Ihsan merinci tahapan awal kompetisi.
Setelah melewati fase penyisihan digital, tim harus menunggu hasil kurasi ketat yang dilakukan oleh dewan juri profesional. Pengumuman hasil seleksi menuju babak utama menjadi momen krusial yang dinantikan oleh seluruh anggota organisasi.
"Pengumuman peserta yang lolos ke babak final akhirnya dirilis pada tanggal 14 Juni 2026. Alhamdulillah, KSR UNJ dinyatakan lolos dan termasuk di dalamnya. Setelah itu, kami langsung melanjutkan persiapan intensif menuju babak final hingga H-1 keberangkatan. Selama proses latihan terpusat ini, kami mendapat dukungan penuh berupa coaching dari PMI Kota Jakarta Timur," kata Ihsan menambahkan.
Kekuatan Kekompakan Tim PPKB KSR UNJ di Arena Lomba
Simulasi penanganan cedera gawat darurat dengan skenario korban banyak menuntut koordinasi tim yang tanpa cela. Kesalahan kecil dalam komunikasi dapat berakibat fatal pada keselamatan korban di lapangan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, tim PPKB KSR UNJ menurunkan empat personel terbaik mereka yang mengisi spesifikasi peran krusial:
- Yuana Natalia (Ketua Tim) – Mengambil alih komando taktis penanganan dan pembagian triase korban di lapangan.
- Wulan Sari (DP Keorganisasian) – Mengatur efisiensi alur kerja, logistik medis, dan manajemen tim.
- M. Ihsan Hadi Tanoyo (Anggota) – Pelaksana taktis di lapangan untuk tindakan stabilisasi cedera medis darurat.
- Billah Belhadz Mahmuda (Anggota) – Fokus pada proses evakuasi cepat dan perawatan gawat darurat korban trauma.
Kerja sama yang solid dan chemistry yang kuat di antara keempat personel ini berhasil memukau dewan juri FAI XIII. Mereka menunjukkan ketangkasan luar biasa saat menangani skenario kecelakaan massal di area simulasi Aula Fakultas Kedokteran Unsoed. Pengalaman latihan intensif di Jakarta membuat mereka mampu mengeksekusi prosedur pertolongan pertama dengan tenang di bawah tekanan waktu.
"Kami tentu merasa sangat bangga bisa mendapatkan prestasi juara 3 nasional ini. Puji Tuhan, terima kasih banyak buat doa serta dukungannya selama ini dari semua pihak. Semoga hal ini bisa menjadi pemantik untuk prestasi KSR UNJ kedepannya," tutur Ihsan penuh rasa syukur.
Apresiasi dari Senior atas Keberhasilan Manajemen Organisasi
Keberhasilan membawa pulang piala dari Purwokerto langsung memicu gelombang apresiasi positif di lingkungan internal organisasi. Prestasi berskala nasional ini dinilai sebagai pembuktian mutu dari pola pembinaan relawan mahasiswa yang diterapkan di UNJ. Organisasi dinilai konsisten dalam mencetak personel yang memiliki kompetensi tinggi di bidang gawat darurat medis.
Bramantio, salah satu senior di KSR PMI Unit UNJ, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terdalamnya. Ia sangat menghargai daya juang serta dedikasi adik-adik tingkatnya yang tangguh berlaga di medan kompetisi nasional.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lembaga pembina wilayah dalam mendukung prestasi ini.
"Keluarga besar KSR PMI Unit UNJ sangat bangga sekali atas capaian yang dihasilkan dari persiapan yang matang serta kompetensi yang dimiliki oleh personel-personel KSR PMI Unit UNJ. Hal itu tentu tidak terlepas dari sistem pembinaan PMI Kota Jakarta Timur yang sangat baik kepada relawan-relawannya," ungkap Bramantio dengan nada bangga.
Ia juga menaruh harapan besar agar pencapaian ini bisa membawa dampak domino yang luas bagi organisasi. Prestasi ini diharapkan mampu memicu iklim kompetisi yang sehat dan positif di lingkungan relawan muda lainnya.
"Semoga berita baik ini dapat menjadi motivasi bagi relawan-relawan lainnya untuk terus aktif. Mari kita bersama-sama berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik bagi masyarakat," kata Bramantio menegaskan harapan jangka panjangnya.
Suntikan Motivasi dan Sinergi Kuat dari PMI Kota Jakarta Timur
Hubungan harmonis dan sinergis antara sektor akademis kampus dengan struktur markas wilayah menjadi kunci utama kesuksesan. Tim KSR UNJ tidak berjalan sendirian, mereka mendapatkan dukungan moral dan fasilitas latihan yang kuat dari pengurus wilayah. Pihak markas kota turut mengawal ketat kesiapan mental para atlet kemanusiaan ini sebelum diterjunkan ke arena lomba.
Saat momen pelepasan kontingen di Jakarta, pihak pengurus PMI Jakarta Timur memberikan wejangan penting. Pesan tersebut menjadi pegangan psikologis tim selama berkompetisi ketat di Purwokerto. Pengurus berpesan: "Tetap semangat, jaga nama baik PMI dan kampus. Semoga hasil terbaik buat semua!"
Kalimat penyemangat tersebut terbukti ampuh dalam membakar motivasi tim saat menghadapi situasi simulasi darurat yang penuh tekanan di hadapan para juri nasional.
Merespons hasil akhir yang sangat membahagiakan ini, Kepala Markas PMI Kota Jakarta Timur juga turut memberikan tanggapan resminya. Fadhli menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas daya juang yang ditunjukkan oleh tim.
"Tetap semangat," tutur Fadhli singkat namun sarat akan makna dukungan mendalam bagi masa depan relawan muda.
Evaluasi Organisasi dan Harapan Pengembangan Kapasitas Masa Depan
Kompetisi FAI XIII Unsoed kini telah resmi berakhir, namun esensi dari peningkatan kapasitas tim justru baru saja dimulai. Materi perlombaan taktis seperti penanganan cedera medis lapangan dan manajemen bencana menjadi modal berharga bagi para relawan. Ilmu dan pengalaman berharga ini siap diimplementasikan secara riil dalam aksi kemanusiaan nyata di tengah masyarakat.
Manajemen internal KSR UNJ berkomitmen untuk menggunakan seluruh hasil evaluasi lomba sebagai dasar pembenahan. Catatan dan poin-poin penilaian dari dewan juri nasional akan digunakan untuk meningkatkan kurikulum pelatihan diklat di tingkat universitas. Langkah evaluasi ini dinilai penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas taktis relawan mahasiswa agar tetap berada di standar tertinggi.
Dukungan konsisten dari birokrasi Universitas Negeri Jakarta menjadi pilar utama yang menyokong keberlanjutan organisasi. Sinergi bersama PMI Kota Jakarta Timur juga akan terus diperkuat melalui berbagai program kolaborasi taktis. KSR UNJ optimis dapat kembali merebut podium tertinggi pada berbagai kompetisi kepalangmerahan nasional di masa mendatang. Prestasi di Unsoed ini menjadi bukti nyata bahwa relawan muda Jakarta selalu siap berada di garda terdepan demi pelayanan kemanusiaan di Indonesia.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi


Posting Komentar