Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern

  

LINTAS86.comLUMAJANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang resmi mengadopsi sistem pengelolaan logistik terbaru demi mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan. Langkah ini diwujudkan melalui agenda sosialisasi kurikulum logistik baru tahun 2026 yang digelar di Markas Besar PMI Kabupaten Lumajang pada hari Jumat (17/7/2026). 

Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memangkas birokrasi lapangan serta mengoptimalkan kesiapan operasional tata kelola pergudangan internal dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 23 personel yang terdiri atas staf operasional markas dan sukarelawan aktif PMI Lumajang. Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan kapasitas sebelumnya, di mana PMI Lumajang telah mengirimkan staf terbaiknya untuk mengikuti kediklatan logistik intensif yang diadakan oleh PMI Provinsi Jawa Timur pada tanggal 22 hingga 29 Juni 2026 lalu.
Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, menegaskan bahwa transfer pengetahuan di internal organisasi adalah hal yang wajib dilakukan. 
Ia menyatakan bahwa setiap personel yang telah mendapatkan pelatihan di tingkat provinsi memiliki tanggung jawab penuh untuk membagikan ilmunya ke daerah asal demi standardisasi kapasitas yang merata.
"Setiap staf maupun unsur relawan yang kita kirim untuk melakukan pelatihan, hukumnya wajib bagi mereka setelah selesai pelatihan untuk segera mensosialisasikan ilmunya kepada relawan di kabupaten. Ini adalah mekanisme mutlak agar kapasitas seluruh personel lapangan kita merata, memiliki standardisasi yang kuat, serta selalu berada dalam kondisi siap siaga penuh untuk digerakkan kapan saja dalam satu kesatuan waktu situasi tanggap darurat bencana," kata Nurhadi Santoso dalam sambutannya.
 
Materi penataan logistik PMI Jatim 2026 ini mengacu pada kurikulum baru dari Badan Pendidikan dan Pelatihan PMI Pusat. Regulasi anyar ini berfokus pada pembaruan manajemen rantai pasok (supply chain) yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel guna menjawab tantangan kebencanaan modern.
Dalam forum tersebut, para peserta dibekali empat poin utama penanganan logistik:
  • Manajemen Rantai Pasok: Prinsip dasar logistik kemanusiaan serta pemotongan alur birokrasi penanganan bencana yang berbelit.
  • Struktur Pergudangan: Teknis penataan cetak ruang (layout) gudang, kapasitas muatan, aspek keamanan, serta standardisasi infrastruktur nasional.
  • Administrasi Stok: Kedisiplinan penggunaan kartu barang dan pengawasan sistem kontrol inventaris (inventory control) untuk menjamin transparansi publik.
  • Strategi Distribusi & Evaluasi: Mekanisme penyaluran bantuan darurat agar tepat sasaran, aman, dan tepat waktu, yang diakhiri dengan penyusunan dokumen pelaporan pasca-bencana.
Staf Pelayanan PMI Kabupaten Lumajang, Moch Muhammad Yusuf, yang menjadi perwakilan peserta pelatihan tingkat provinsi, menyatakan optimismenya terhadap sistem baru ini. 
Menurutnya, pembaruan kurikulum ini akan menjadi solusi atas berbagai kendala teknis yang kerap terjadi di lapangan.
"Pelatihan logistik di tingkat Provinsi Jawa Timur kemarin benar-benar membuka mata kami mengenai pentingnya standardisasi tata kelola pergudangan yang modern. Melalui sosialisasi hari ini, kami berkomitmen menyebarluaskan pemahaman baru ini secara merata kepada seluruh relawan Lumajang. Target utama kami adalah memastikan sistem manajemen kartu barang serta model inventory control dapat langsung dioperasikan di gudang kita, sehingga rantai distribusi bantuan darurat ke depan dapat berjalan jauh lebih cepat, akuntabel, dan tepat sasaran saat terjadi bencana," tutur Yusuf.
 
Aktivitas sosialisasi ini dijalankan dengan metode gabungan. Sesi pertama diisi dengan pemaparan teori klasikal mengenai regulasi dan petunjuk teknis perlogistikan dari pusat. Setelah itu, para relawan langsung diarahkan untuk melakukan simulasi lapangan berupa uji coba penataan ruang gudang serta praktik taktis penyaluran bantuan dalam kondisi darurat.
Melalui penerapan kurikulum logistik 2026 ini, manajemen PMI Lumajang berharap sistem koordinasi internal dan administrasi stok bantuan kemanusiaan dapat berjalan tanpa hambatan, sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan logistik di masa mendatang.

 Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern
  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern
  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern
  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern
  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern
  • Perkuat Respons Bencana, PMI Lumajang Adopsi Standardisasi Gudang Modern

Posting Komentar