Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI


LINTAS86.com BLITAR — Suasana ceria dan penuh semangat tampak jelas di halaman dan ruang kelas SDN Bululawang 01, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Sebanyak 58 siswa dari kelas I hingga kelas VI tampak antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Pertolongan Pertama dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blitar bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan edukatif ini dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Bululawang 01, Ahmad Fitrianto, yang didampingi oleh jajaran dewan guru serta mahasiswa KKN-PPM UGM Desa Bululawang.

Dalam sambutannya, Ahmad Fitrianto menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya acara tersebut.

Ia berharap para peserta didik dapat menyerap ilmu baru yang sangat berguna bagi pembentukan karakter tanggap darurat sejak usia dini.

 

"Kami berharap melalui sosialisasi ini para siswa memperoleh tambahan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan mengenai pertolongan pertama serta kesiapsiagaan bencana. Bekal ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang peduli, sigap, dan mampu menjaga keselamatan diri maupun membantu sesama," ujar Ahmad Fitrianto.


Antusiasme Tinggi dan Aksi Seru Rebutan Praktik Balut Luka

Puncak keseruan kegiatan terjadi tatkala sesi praktik lapangan dimulai. Para siswa tidak tinggal diam dan tampak berebut unjuk gigi untuk mencoba langsung simulasi penanganan darurat.

 Salah satu momen paling mencuri perhatian melibatkan seorang siswa bernama Putra

Dengan wajah penuh semangat, ia dengan sigap mempraktikkan cara merawat temannya dengan membalut luka tiruan, serta sigap membantu melakukan teknik gendong tangan (mitra) untuk evakuasi darurat.

Keceriaan dan gelak tawa menghiasi ruangan saat anak-anak lain beramai-ramai mengacungkan tangan agar diberi kesempatan untuk tampil mempraktikkan materi serupa. Keaktifan para siswa ini berhasil mencairkan suasana dan membuat seluruh rangkaian acara berjalan sangat dinamis.

Materi inti mengenai pertolongan pertama sendiri disampaikan secara interaktif oleh Fasilitator PMI Kabupaten Blitar, Agus Hariadi. 

Ia mengenalkan prinsip-prinsip dasar penyelamatan, cara memberikan bantuan awal kepada korban secara aman, hingga pentingnya mengutamakan keselamatan diri sendiri sebelum menolong orang lain.

Sementara itu, materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dibawakan oleh Aan Mahfiroh, Fasilitator PMI Kabupaten Blitar.

 Sesi ini berfokus pada pengenalan jalur evakuasi, pemahaman budaya aman di lingkungan sekolah, serta langkah tanggap darurat saat terjadi bencana alam.

Harapan Jangka Panjang PMI dan UGM untuk Generasi Kemanusiaan

Koordinator KKN-PPM UGM Desa Bululawang, Yasrul Rahman, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin erat dengan pihak PMI Kabupaten Blitar. 

Menurutnya, terjun langsung memberikan edukasi praktis kepada anak-anak merupakan bentuk pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

 

"Kerja sama dan sinergi dengan PMI dalam memberikan edukasi mengenai Pertolongan Pertama dan Kesiapsiagaan Bencana merupakan nilai tambah bagi siswa. Pengetahuan ini sangat bermanfaat dan tidak selalu diperoleh dalam pembelajaran rutin di sekolah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan sejak usia dini," ungkap Yasrul Rahman.


Pandangan senada juga diungkapkan oleh Sekretaris PMI Kabupaten Blitar, Sunu Ali Wardhana.

Ia menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan mental kemanusiaan para siswa SDN Bululawang 01 setelah mengikuti sosialisasi ini.


"Kami berharap untuk siswa SDN 01 Bululawang dengan terlaksananya Sosialisasi PP dan Kesiapsiagaan Bencana, pemahaman tentang bagaimana dalam usia dini bisa memahami rantai pertolongan dan sedikit mengenal tentang kelengkapan standar serta APD [Alat Pelindung Diri] bisa tercapai. Setelahnya, saat menghadapi sebuah insiden baik kecelakaan maupun bencana, anak-anak bisa mengambil langkah awal antisipasinya," tutur Sunu Ali Wardhana.


Lebih lanjut, Sunu menuturkan bahwa PMI memproyeksikan kegiatan pengenalan dini ini menjadi fondasi awal untuk melahirkan kader-kader relawan masa depan. 

Pihaknya berharap anak-anak ini dapat mengikuti jenjang pembinaan kepemudaan secara berkelanjutan di bidang kemanusiaan, mulai dari bergabung ke Palang Merah Remaja (PMR) Mula, berlanjut ke PMR Madya, diteruskan ke PMR Wira, hingga nantinya mantap bergabung ke Korps Sukarela (KSR).

Melalui sinergi yang apik antara PMI Kabupaten Blitar dan mahasiswa KKN-PPM UGM ini, budaya keselamatan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan bencana terbukti berhasil ditanamkan sejak dini. 

Langkah nyata ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Blitar yang tangguh, peduli sesama, dan selalu siap siaga menghadapi berbagai situasi darurat di masa depan.


Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI
  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI
  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI
  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI
  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI
  • Siswa SD di Blitar Rebutan Praktik Balut Luka di Sosialisasi PMI

Posting Komentar