Digital Mission Race PMR 2026 Digelar di Banyuwangi, 58 Tim Hadapi Empat Tantangan
| Tim PMR Madya mengikuti salah satu tantangan Digital Mission Race PMR 2026 di Banyuwangi. |
Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi dengan empat tantangan utama yang menguji keterampilan peserta, mulai dari kreativitas hingga pertolongan pertama.
Acara tersebut merupakan kolaborasi PMI Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dan Radar Banyuwangi dengan mengusung tema “Siap, Sigap, Cepat dan Tanggap – Aksi Nyata, Peduli Sesama”.
Agenda dimulai pukul 06.00 WIB melalui registrasi peserta. Setelah itu, peserta mengikuti apel pagi dan briefing teknis sebelum memasuki arena perlombaan.
Mulai pukul 07.00 WIB, 58 tim mengikuti empat pos, yakni Creative Challenge, Cipta Tandu Darurat, Pertolongan Pertama, dan Sahabat Sehat.
Empat Pos Uji Kemampuan Peserta
Dalam setiap tantangan, peserta dinilai berdasarkan kekompakan regu, kreativitas, ketepatan teknik, dan penerapan prinsip kepalangmerahan.
Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., menjelaskan bahwa tantangan pada masing-masing pos dirancang untuk melatih kerja sama tim, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan memberikan pertolongan sesuai prosedur.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan juara. Ini adalah bagian dari pembinaan karakter kemanusiaan. Kami ingin PMR Madya tidak hanya paham teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ketika melihat sesama membutuhkan pertolongan,” ujar Mujiono.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar pelajar tidak hanya menjadi penonton ketika menemui kondisi seseorang yang membutuhkan bantuan.
“Pesan kami jelas, jadilah pelajar yang ketika melihat orang lain kesulitan tidak hanya mengambil gambar, tetapi berusaha melakukan pertolongan sesuai kemampuan dan prosedur yang benar,” katanya.
Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani juga hadir dan memberikan apresiasi kepada para peserta.
“Hari ini kalian ditantang untuk menggabungkan antara keahlian digital dengan kepedulian kepada sesama. Saya sudah melihat bagaimana kalian belajar menolong ketika ada orang yang terkena bencana. Kemampuan digital harus berjalan bersama karakter peduli dan kesiapsiagaan,” ujar Ipuk.
Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, kegiatan ditutup melalui Awarding Ceremony. Panitia menyerahkan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah pembinaan kepada peserta yang meraih Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, serta Harapan 2.
Melalui kegiatan tersebut, pembinaan PMR Madya diarahkan tidak hanya pada penguasaan teori kepalangmerahan. Para peserta juga dilatih mengembangkan kerja sama, kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, dan keterampilan menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar