PMI Pasok Air Bersih Warga Terdampak Gempa Nagekeo
Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pagi hingga petang hari itu menyasar pemukiman warga serta posko pengungsian di Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo. Pasokan air yang diangkut menggunakan armada tangki tersebut diambil dari titik air baku sumur bor Lape dan diisikan langsung ke tandon penampungan warga.
Di Posko TPU Desa Marapokot, sebanyak 5.000 liter air dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan 53 KK (203 jiwa) dengan perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu menyusui. Di Desa Nggolonio, alokasi 5.000 liter ditujukan bagi 7 KK (28 jiwa) di wilayah RT 03 dan RT 04. Pasokan dengan volume yang sama, yakni 5.000 liter, disalurkan ke RT 17 Desa Aeramo untuk melayani 5 KK (33 jiwa), ditambah pasokan satu rit armada untuk mendukung kebutuhan domestik di posko penanggulangan bencana.
Sejak aksi tanggap darurat dimulai pada 25 Agustus hingga 3 September 2026, total air yang berhasil disalurkan PMI ke wilayah terdampak gempa di Nagekeo mencapai 120.000 liter atau sebanyak 24 rit pengiriman. Dari keseluruhan total tersebut, empat rit armada dikhususkan untuk menopang kebutuhan air bersih di posko utama.
Ketersediaan pasokan air bersih ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas sanitasi penyintas selama hidup di pengungsian.
“Kami fokus mendistribusikan air bersih secara langsung ke titik-titik pemukiman warga dan tempat pengungsian yang membutuhkan. Fokus kami adalah memastikan kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil mendapatkan pasokan air yang layak dan higienis demi menjaga kesehatan mereka selama masa tanggap darurat ini,” ujar koordinator lapangan WASH PMI.
PMI Nagekeo berjanji akan terus memperluas jangkauan armada tangki ke area-area terisolasi lainnya selama masa tanggap darurat berlangsung.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi

Posting Komentar