63 Kantong Darah Terkumpul, Warga Dua Desa di Lumajang Tunjukkan Kepedulian
LINTAS86.com, LUMAJANG – Sebanyak 63 kantong darah PMI Lumajang berhasil dihimpun dalam kegiatan Mobile Unit donor darah yang digelar selama dua hari berturut-turut di wilayah Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Jambekumbu pada Senin (26/10/2026) dan Balai Desa Candipuro pada Selasa (27/10/2026).
Program jemput bola yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang tersebut bertujuan memudahkan masyarakat yang ingin mendonorkan darah tanpa harus datang ke unit donor darah. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
Berdasarkan data yang dihimpun PMI Kabupaten Lumajang, kegiatan hari pertama di Balai Desa Jambekumbu menghasilkan 28 kantong darah. Jumlah tersebut berasal dari warga yang telah lolos pemeriksaan dan skrining kesehatan yang dilakukan petugas sebelum proses donor darah berlangsung.
Dari total 28 kantong darah yang terkumpul di Desa Jambekumbu, sebanyak 10 kantong berasal dari pendonor bergolongan darah A, tujuh kantong darah B, 10 kantong darah O, serta satu kantong darah AB.
Selain pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya, terdapat dua calon pendonor yang belum dapat mengikuti proses donor darah. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, keduanya memiliki kadar hemoglobin (Hb) di bawah batas minimal yang dipersyaratkan, yakni 12,5 g/dl.
Kegiatan kemudian berlanjut di Balai Desa Candipuro pada hari berikutnya. Di lokasi kedua ini, jumlah darah yang berhasil dihimpun meningkat dibandingkan kegiatan sebelumnya.
Petugas Mobile Unit PMI Lumajang berhasil mengumpulkan 35 kantong darah dari warga yang mengikuti donor darah. Rinciannya meliputi enam kantong golongan darah A, 13 kantong golongan darah B, 13 kantong golongan darah O, dan tiga kantong golongan darah AB.
Sementara itu, lima calon pendonor di lokasi ini belum dapat mendonorkan darahnya karena hasil pemeriksaan menunjukkan kadar Hb kurang dari 12,5 g/dl.
Jika dijumlahkan, total hasil kegiatan di dua lokasi mencapai 63 kantong darah yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan stok darah PMI Kabupaten Lumajang.
Dukungan Warga dan Pemerintah Desa
Keberhasilan kegiatan Mobile Unit donor darah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah desa yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi mereka mengikuti proses donor darah yang dimulai dengan registrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum pengambilan darah dilakukan.
PMI Kabupaten Lumajang menilai dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara berkala.
Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Lumajang, Iswarini Jamilah, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian warga di Desa Jambekumbu dan Desa Candipuro. Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa sesama yang membutuhkan di rumah sakit," ujar Iswarini Jamilah.
Menurutnya, darah yang berhasil dihimpun akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan yang memerlukan transfusi darah.
PMI berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah dapat terus meningkat sehingga kebutuhan darah dapat terpenuhi dengan baik.
Mobile Unit Permudah Pelayanan Donor Darah
Program Mobile Unit selama ini menjadi salah satu strategi PMI untuk menjangkau calon pendonor di berbagai wilayah.
Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk berpartisipasi dalam donor darah karena petugas mendatangi lokasi yang telah ditentukan.
Selain memudahkan masyarakat, pendekatan ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan donor darah hingga ke tingkat desa.
Iswarini mengatakan keberadaan Mobile Unit telah membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan donor darah.
"Aksi Mobile Unit ini terbukti efektif dalam mendekatkan pelayanan dan mempermudah akses masyarakat untuk berdonor," katanya.
Menurut PMI, pendekatan layanan keliling menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sukarela.
Pemeriksaan Kesehatan Tetap Menjadi Prioritas
Dalam setiap kegiatan donor darah, PMI menerapkan pemeriksaan kesehatan sebagai prosedur wajib yang harus dijalani seluruh calon pendonor.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor memenuhi syarat sehingga proses donor darah dapat berlangsung aman.
Pada kegiatan di dua desa tersebut, tujuh calon pendonor belum memenuhi syarat karena kadar hemoglobin berada di bawah ketentuan.
PMI menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap calon pendonor, melainkan bagian dari prosedur keselamatan yang berlaku dalam pelayanan donor darah.
Karena itu, PMI mengimbau masyarakat yang belum dapat berdonor untuk terus menjaga kesehatan dan memperbaiki pola makan agar dapat mengikuti donor darah pada kesempatan berikutnya.
"Kami juga mengimbau kepada warga yang kali ini belum bisa berdonor karena kendala kadar Hb yang rendah, agar tidak berkecil hati. Tetap jaga pola makan dan kesehatan, agar di kesempatan berikutnya bisa ikut bergabung menjadi pahlawan kemanusiaan," lanjut Iswarini.
Data Donor Darah Dua Desa
Berikut hasil kegiatan Mobile Unit PMI Kabupaten Lumajang:
Balai Desa Jambekumbu
- Golongan darah A: 10 kantong
- Golongan darah B: 7 kantong
- Golongan darah O: 10 kantong
- Golongan darah AB: 1 kantong
- Total: 28 kantong darah
- Pendonor gagal: 2 orang (Hb kurang dari 12,5 g/dl)
Balai Desa Candipuro
- Golongan darah A: 6 kantong
- Golongan darah B: 13 kantong
- Golongan darah O: 13 kantong
- Golongan darah AB: 3 kantong
- Total: 35 kantong darah
- Pendonor gagal: 5 orang (Hb kurang dari 12,5 g/dl)
Akumulasi
- Total kantong darah: 63
- Total calon pendonor gagal: 7 orang
Data tersebut menunjukkan kontribusi masyarakat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
PMI Kabupaten Lumajang belum merinci rumah sakit penerima darah maupun identitas penerima manfaat dari darah yang terkumpul. Namun darah tersebut akan menjadi bagian dari stok darah yang tersedia sesuai kebutuhan pelayanan transfusi.
Keberhasilan penghimpunan 63 kantong darah dalam dua hari menjadi bukti bahwa kolaborasi antara PMI, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi kebutuhan kemanusiaan. Melalui kegiatan sederhana namun berdampak besar ini, warga Jambekumbu dan Candipuro telah mengambil bagian dalam upaya membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah di masa mendatang.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar