Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai

LINTAS86.com, MANGGARAI – "Seluruh anak panti dan para pengasuhnya memancarkan secercah cahaya bahagia pada wajah-wajah mereka ketika menerima bantuan kemanusiaan dari KODAM III Siliwangi dan PMI, akan tetapi masih nampak bawaan trauma dari anak-anak panti yang membutuhkan pendampingan psikologi lebih lanjut."

Pernyataan Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BCKN, tersebut menggambarkan kondisi yang ditemukan saat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada penerima manfaat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

PMI Kabupaten Manggarai menyalurkan bantuan kemanusiaan yang bersumber dari Pangdam Siliwangi melalui PMI Pusat kepada Yayasan Karya Bhakti dan Yayasan Sesamamu pada 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung proses pemulihan pascagempa Flores sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh relawan PMI Kabupaten Manggarai dengan didampingi Ketua PMI Kabupaten Manggarai serta pendamping dari PMI Pusat.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas berbagai kebutuhan sehari-hari, antara lain bahan makanan, beras, susu, mi instan, minyak goreng, jersey, dan alas tidur.

Yayasan Karya Bhakti yang menerima bantuan merupakan pusat rehabilitasi dan Klinik Renceng Mose. Sementara itu, Yayasan Sesamamu merupakan panti asuhan yang berada di wilayah Wae Peca.

Bantuan untuk Mendukung Pemulihan

Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi para penerima manfaat yang masih menjalani proses pemulihan setelah gempa.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meringankan beban lembaga yang memberikan pelayanan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak panti asuhan dan pasien yang menjalani rehabilitasi.

Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, mengatakan bahwa perhatian terhadap kehidupan anak-anak panti tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, diperlukan dukungan berbagai unsur untuk membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak panti dan para pengasuh.

"Kehidupan anak panti perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, masyarakat dan lembaga kemanusiaan lainnya dalam meningkatkan kualitas dan taraf hidup para anak panti dan pengasuhnya, baik yang berkaitan dengan sarana dan prasarana maupun kebutuhan kehidupan lainnya," ujarnya.

Pihak panti asuhan dan pusat rehabilitasi menyambut baik bantuan yang diberikan serta menyampaikan apresiasi kepada Pangdam Siliwangi, PMI Pusat, dan PMI Kabupaten Manggarai.

Pasien Mengalami Kepanikan Saat Gempa

Ketua Yayasan Karya Bhakti, Bruder Honorius FC, menceritakan situasi yang terjadi ketika gempa melanda.

Menurutnya, saat kejadian berlangsung sejumlah pasien mengalami kepanikan. Sebagian berusaha keluar dari ruangan, sementara yang lain baru memahami situasi setelah melihat kondisi bangunan yang mengalami keretakan.

"Saat gempa pasien banyak yang mengalami kepanikan, ada yang sampai keluar dari ruangan, ada juga beberapa yang tidak paham apakah itu gempa atau bencana, tapi melihat struktur bangunan yang retak mereka takut juga, jadi tingkat kepanikannya terlihat siklusnya terpengaruh yaitu malas makan dan langsung ingat rumah," jelasnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi pengalaman yang masih diingat oleh para pasien yang berada di pusat rehabilitasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bruder Honorius juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan bantuan.

"Kami juga mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang sudah berbaik hati kepada kami terlebih khusus untuk KODAM III Siliwangi, PMI Pusat dan PMI Kabupaten Manggarai," katanya.

Penghuni Panti Sempat Tinggal di Tenda

Kondisi yang terjadi di Yayasan Sesamamu juga tidak jauh berbeda. Ketua Yayasan Sesamamu, Pater Rafael MESI, SVD, menjelaskan bahwa gempa tidak menimbulkan korban di lingkungan panti karena seluruh penghuni telah bangun dan beraktivitas sejak pagi.

Namun demikian, keretakan yang terjadi pada bangunan kapela mengharuskan para penghuni tinggal di tenda.

"Gempa pagi itu semuanya aman, karena kami sudah bangun, tapi kami melihat bangunan kapela sudah retak yang mengharuskan kami tidur di tenda, awalnya tenda hanya 3 unit dan seminggu kemudian ada tambahan 3 unit lagi dari Dinas Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya.

Menurut Pater Rafael, dampak yang paling dirasakan setelah gempa adalah trauma yang masih dialami anak-anak panti.

"Dampak yang serius adalah trauma, anak-anak masih takut dengan adanya gempa susulan, makanya kami tidur di luar itu hampir dua bulan lebih," tambahnya.

PMI Jajaki Dukungan Psikososial

Selain bantuan kebutuhan dasar, pihak panti juga menyampaikan harapan adanya pendampingan psikososial bagi anak-anak yang masih mengalami dampak emosional akibat gempa.

Menanggapi harapan tersebut, PMI menyampaikan akan berkoordinasi dengan markas untuk menjajaki penjadwalan layanan Psychosocial Support (PSS) atau dukungan psikososial sesuai kebutuhan dan kapasitas yang tersedia.

Kesaksian mengenai kondisi pascagempa juga disampaikan Sabina Tiwung (70), salah seorang pengasuh di Panti Asuhan Yayasan Sesamamu Wae Peca.

"Saya di sini sejak tahun 1992, saat gempa tanggal 15 kami lari keluar, sarapan pagi dan makan malamnya di luar, saat ini kami masih ada rasa cemas dan takut bahkan ketika ada aktivitas dalam ruangan kami masih rasa takut dengan adanya gempa susulan," ungkapnya.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, PMI Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat terdampak bencana. Selain membantu pemenuhan kebutuhan dasar, perhatian terhadap kebutuhan pemulihan psikososial juga menjadi bagian dari upaya pemulihan yang masih berlangsung pascagempa Flores di Kabupaten Manggarai.

Penulis: Edho

Editor: Redaksi 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai
  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai
  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai
  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai
  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai
  • Bantuan Tiba, Namun Trauma Gempa Masih Dirasakan di Manggarai

Posting Komentar