Petugas dan Relawan Karhutla Melawi Terima Dukungan Logistik
LINTAS86.com, MELAWI - Bantuan PMI Karhutla Melawi kembali disalurkan untuk mendukung petugas gabungan dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut diberikan di tengah masih berlangsungnya status tanggap darurat bencana asap akibat karhutla yang telah beberapa kali diperpanjang oleh pemerintah daerah karena kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian bersama.
Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Senin sore (31/8/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua PMI Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, S.E., M.A.P., kepada Ketua Satgas Posko Karhutla Kabupaten Melawi, Bambang Kisno Wanto.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Melawi menyalurkan 400 kotak nasi, masker N95, susu beruang, sepatu bot, dan sejumlah bantuan logistik lainnya yang akan disalurkan kepada petugas gabungan dan relawan yang bertugas di lapangan.
Penyerahan bantuan itu menjadi salah satu bentuk dukungan PMI kepada para petugas yang setiap hari menghadapi tantangan pemadaman dan pengendalian kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Melawi. Selain menghadapi medan yang tidak selalu mudah dijangkau, para petugas juga harus bekerja dalam kondisi cuaca panas dan paparan asap yang cukup tinggi.
Ketua PMI Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, mengatakan bantuan yang diberikan bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar petugas selama menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI Kabupaten Melawi kepada petugas gabungan dan relawan yang berada di lapangan. Mereka membutuhkan dukungan, terutama konsumsi dan perlengkapan untuk menunjang pelaksanaan tugas selama penanganan karhutla," ujarnya.
Menurut Raisya, dukungan terhadap petugas lapangan merupakan bagian penting dalam operasi penanganan karhutla. Sebab keberhasilan penanganan kebakaran sangat bergantung pada kesiapan personel yang bertugas di lokasi kejadian.
Ia menilai petugas dan relawan membutuhkan dukungan yang memadai agar dapat mempertahankan kondisi fisik saat bekerja dalam durasi yang cukup panjang.
"Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan petugas serta relawan yang saat ini masih berjuang menangani karhutla di berbagai wilayah," katanya.
Karhutla di Kabupaten Melawi sendiri menjadi perhatian serius sejak akhir Juni 2026. Berdasarkan data yang disampaikan sebelumnya oleh BPBD Kabupaten Melawi, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat sedikitnya 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.683 hingga 1.794 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi ancaman yang harus dihadapi secara serius oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Untuk memperkuat penanganan situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi menetapkan status tanggap darurat bencana asap melalui SK Bupati Melawi Nomor 300.2/142 Tahun 2026 tertanggal 17 Juli 2026.
Status tanggap darurat berlaku mulai 17 Juli hingga 1 Oktober 2026. Namun karena kondisi karhutla masih memerlukan penanganan lanjutan, status tersebut diperpanjang pada periode 2 sampai 15 Oktober 2026 dan kembali diperpanjang pada 16 sampai 29 Oktober 2026.
Di tengah situasi tersebut, PMI Kabupaten Melawi mengerahkan 58 relawan Satgas Asap Karhutla yang mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan selama masa tanggap darurat berlangsung.
"Jumlah relawan Satgas Asap Karhutla Kabupaten Melawi yang terlibat saat ini sebanyak 58 orang," jelas Raisya.
Puluhan relawan tersebut membantu berbagai aktivitas kemanusiaan mulai dari dukungan pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, edukasi kesehatan, hingga koordinasi lapangan bersama unsur terkait lainnya.
Selain mendukung petugas melalui bantuan logistik, PMI juga berkontribusi dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menurut Raisya, RSUD Kabupaten Melawi telah membentuk tim khusus yang bertugas menangani korban karhutla yang membutuhkan layanan medis lanjutan.
"RSUD Kabupaten Melawi sudah membentuk tim khusus untuk penatalaksanaan korban karhutla yang merupakan pasien rujukan dari pelayanan kesehatan sebelumnya. Tim ini sudah dilengkapi tenaga medis dan sarana pendukung lainnya," ujarnya.
Tim tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan bagi pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut setelah mendapatkan layanan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Untuk penanganan korban luka bakar, petugas menerapkan mekanisme yang mengutamakan aspek keselamatan.
"Penanganan luka bakar di lapangan dilakukan dengan prinsip 3A yaitu Aman Diri, Aman Pasien, dan Aman Lingkungan. Setelah itu dilakukan triase cepat untuk menentukan kebutuhan rujukan pasien," terang Raisya.
Sementara untuk kasus gangguan pernapasan akut akibat paparan asap, pelayanan kesehatan dilakukan secara bertingkat mulai dari posko kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit.
"Untuk gangguan pernapasan akut akibat asap, penanganan dilakukan secara berlapis mulai dari posko, puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Melawi apabila diperlukan," tambahnya.
Pola pelayanan tersebut diterapkan agar masyarakat bisa memperoleh penanganan yang sesuai dengan tingkat kondisi kesehatannya.
Fasilitas kesehatan pendukung juga telah disiapkan untuk menghadapi dampak kabut asap yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Menurut PMI, RSUD Kabupaten Melawi memiliki fasilitas Rumah Sehat Bebas Asap (RSBA) yang dilengkapi ruangan tekanan negatif serta mesin penghasil oksigen mandiri.
"RSUD Melawi memiliki ruangan bertekanan negatif dan fasilitas Rumah Sehat Bebas Asap yang dilengkapi mesin penghasil oksigen mandiri," kata Raisya.
Selain berada di rumah sakit, jaringan rumah oksigen juga tersedia di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan lain.
"Rumah oksigen tersedia di 11 puskesmas, dua RSUD, satu Posko Satgas Karhutla, dan satu unit ambulans PSC 119," ujarnya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat asap karhutla.
Sementara itu Ketua Satgas Posko Karhutla Kabupaten Melawi, Bambang Kisno Wanto, mengapresiasi dukungan PMI yang dinilai sangat membantu kebutuhan petugas di lapangan.
Menurutnya, bantuan logistik akan segera didistribusikan kepada personel yang masih bertugas di lokasi penanganan karhutla.
"Dukungan logistik tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam penanganan karhutla di Melawi."
Ia mengatakan keberhasilan penanganan karhutla membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan organisasi kemanusiaan.
"Kita berharap, tidak hanya PMI yang dapat memberikan perhatian, organisasi kemasyarakatan dan unsur masyarakat lainnya juga kita harapkan dapat memberikan dukungan," ujarnya.
Bambang menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan petugas memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan operasi di lapangan.
"Selain upaya pemadaman dan pengendalian titik api, pemenuhan kebutuhan petugas menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan operasi di lapangan, terutama ketika kondisi karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah."
Selain tantangan operasional, PMI juga mencatat beberapa kendala yang masih dihadapi relawan selama bertugas. Di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi medan yang berbeda-beda, serta terbatasnya sumber air saat musim kemarau.
Karena itu PMI menilai masih diperlukan dukungan tambahan berupa armada transportasi yang sesuai dengan kondisi lapangan, alat pelindung diri (APD), serta sarana dan prasarana pemadaman karhutla yang lebih memadai.
Melalui sinergi antara pemerintah, PMI, relawan, petugas gabungan, dan masyarakat, diharapkan penanganan karhutla di Kabupaten Melawi dapat berjalan lebih efektif sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar