Dari Tali Jemuran hingga Posko Darurat: Aksi Heroik Bustami Lawan Banjir Aceh Timur
0 menit baca
Bencana banjir yang melanda Aceh Timur pada akhir November adalah ujian berat bagi warga desa, termasuk Bustami yang menjabat sebagai wakil ketua bidang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Timur. Derasnya hujan yang mengguyur tanpa henti membuat sungai meluap, merubah desa Bustami menjadi lautan air yang mengkhawatirkan. Dalam kondisi genting tersebut, Bustami merasa dorongan kuat untuk memastikan keselamatan orang-orang di sekitarnya, meskipun disarankan untuk tetap berada di rumah.
"Walau kami disarankan tetap di rumah, saya merasa keadaan sudah sangat berbahaya. Saya harus memastikan keselamatan keluarga dan tetangga," tegasnya.
Di tengah kegelapan malam dan dinginnya air yang telah setinggi dada, Bustami memutuskan untuk mengambil tindakan. Dengan berani, ia mengubah tali jemuran menjadi alat penyelamat yang menghubungkan tiang listrik dengan pagar rumah tetangga. Inisiatif cerdas ini sukses mengevakuasi 57 jiwa, termasuk ibu hamil dan anak-anak, ke tempat yang lebih aman. Tindakan ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas dapat menciptakan keajaiban di tengah musibah.
Namun, seiring fajar menyingsing, muncul tantangan baru: kelaparan dan keterbatasan logistik. Bustami, yang menolak menyerah pada keadaan, memutuskan untuk menuju kota Perlak guna mencari pasokan sembako. "Saya tahu kami butuh makanan dan air bersih. Saya harus terus berusaha walau lelah," kenangnya, menegaskan tekadnya yang kokoh untuk memenuhi kebutuhan dasar komunitasnya.
Selain menjadi pahlawan penyelamat, Bustami juga berperan penting dalam proses pemulihan pasca-bencana. Bersama relawan PMI lainnya, ia aktif membersihkan rumah dan memperbaiki kerusakan, serta mendirikan posko darurat. Posko tersebut menjadi simbol kebangkitan, tempat di mana harapan baru mulai dibangun.
Melihat ke belakang, Bustami menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Bencana ini bukan hanya ujian, tapi pelajaran berharga. Jangan pernah menyepelekan bahaya. Saat bencana datang, bertindaklah cepat untuk menyelamatkan diri dan barang berharga," pesannya yang penuh makna dan mengandung harapan.
Kisah Bustami mengajarkan kita tentang keberanian dan kepedulian yang dapat menginspirasi banyak orang. Ini mendorong kita untuk bangkit dan menghadapi tantangan dengan solidaritas serta antisipasi yang bijaksana. Dalam setiap kesulitan, selalu ada pelajaran dan peluang untuk membangun harapan baru. Dengan menjadikan keterpurukan sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih baik, Bustami mengingatkan kita akan potensi kekuatan bersama dalam menaklukkan setiap rintangan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
