PMI dan Bukaka Turunkan Alat Berat untuk Penanganan Pascabanjir dan Longsor Aceh Tamiang
lintas86.com, Aceh Tamiang - Aceh Tamiang, wilayah yang baru saja dilanda bencana banjir bandang dan longsor hebat, kini mengalami fase pemulihan yang signifikan berkat inisiatif dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan PT Bukaka. Kedua organisasi ini mengadakan kolaborasi strategis dengan mengirimkan sejumlah alat berat untuk membantu dalam pembersihan lingkungan yang terdampak.
Dalam detail operasinya, PMI dan PT Bukaka mengerahkan 4 unit excavator tipe SH210, 3 unit dump truck HOWO, beserta 1 unit wheel loader.
Alat berat ini menjadi tulang punggung dalam membersihkan material berat seperti lumpur, kayu, dan sampah yang tersisa, terutama di area pemukiman penduduk dan fasilitas umum yang paling parah terdampak.
Muslim M. Aji, Koordinator WASH PMI, menyampaikan pentingnya alat berat dalam operasi ini.
“Kehadiran alat berat merupakan bagian integral dari proses pemulihan. Tanpa alat tersebut, membersihkan endapan lumpur dan material lain akan memakan waktu lebih lama dan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak,” ujar Muslim, seraya menekankan betapa krusialnya kolaborasi ini bagi percepatan kembalinya kondisi normal di Aceh Tamiang.
PT Bukaka dengan cepat merespons kebutuhan akan alat berat ini, menunjukkan komitmen sosial perusahaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Bagi PMI, kegiatan ini selaras dengan misi mereka di bidang kemanusiaan, mengutamakan pemulihan sektor air bersih, sanitasi, dan kebersihan lingkungan sebagai prioritas pascabencana.
Adapun daerah yang menjadi prioritas penanganan meliputi permukiman warga, jalan-jalan desa, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan setempat.
Apresiasi atas kolaborasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat.
Salah satu Datok Kampung menyatakan kebanggaan dan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
“Dukungan dari PMI dan PT Bukaka benar-benar membantu kami. Tanpa alat berat, kami tidak dapat membersihkan kampung kami dari lumpur dan kayu yang menghantam kami. Bantuan ini sangat membantu pemulihan kami," katanya.
Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang terlibat langsung dalam proses pembersihan bersama relawan PMI dan operator alat berat, menandakan semangat kebersamaan dan solidaritas yang menguat di tengah bencana.
Dengan adanya upaya pemulihan ini, PMI berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi cepatnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang. Selain itu, upaya ini diharapkan juga mampu mengurangi ancaman kesehatan yang mengintai akibat pencemaran lingkungan pascabencana.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar