SDK Kedindi Ajak Siswa Jadi Detektif Bencana dalam Kampanye Pengurangan Risiko
lintas86.com, Manggarai – Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kedindi mengambil langkah inovatif dalam mendidik siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui kampanye Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang diberi nama “Detektif Bencana.” Kegiatan edukatif ini berlangsung di lingkungan sekolah di Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Salah satu guru yang terlibat, Yohanes Hansi, S.Pd, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan dari PMI Kabupaten Manggarai dan program ELECTRA.
Keceriaan dan semangat siswa menjadi indikator keberhasilan pendekatan ini dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Dengan adanya program ini, SDK Kedindi tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran akademis, tetapi juga sebagai tempat pengembangan keterampilan praktis yang sangat penting dalam menghadapi risiko bencana.
Program ini merupakan bagian dari agenda bulanan yang didukung oleh program ELECTRA dari PMI Kabupaten Manggarai, yang menggabungkan pembelajaran dengan pendekatan permainan interaktif agar siswa dapat memahami risiko bencana secara menyenangkan sekaligus mendalam.
Mengusung konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kampanye ini melibatkan peran aktif dari 5 guru dan 5 siswa sebagai fasilitator, serta 47 siswa kelas 5A dan 5B yang menjadi peserta utama.
Mengusung konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kampanye ini melibatkan peran aktif dari 5 guru dan 5 siswa sebagai fasilitator, serta 47 siswa kelas 5A dan 5B yang menjadi peserta utama.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak untuk langsung terlibat dalam proses pembelajaran yang aplikatif mengenai jenis-jenis bencana, penyebabnya, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana.
Kegiatan dimulai dengan pembagian siswa ke dalam tiga kelompok detektif cilik yang masing-masing bertugas menelusuri lingkungan sekolah guna mengidentifikasi potensi bencana, risiko yang ada, kerentanan lingkungan, serta kapasitas yang dimiliki oleh sekolah dan komunitas sekitar.
Kegiatan dimulai dengan pembagian siswa ke dalam tiga kelompok detektif cilik yang masing-masing bertugas menelusuri lingkungan sekolah guna mengidentifikasi potensi bencana, risiko yang ada, kerentanan lingkungan, serta kapasitas yang dimiliki oleh sekolah dan komunitas sekitar.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil temuan mereka dengan nama-nama tim yang disesuaikan dengan jenis bencana yang dipelajari, yakni tim banjir, tim longsor, dan tim gempa bumi.
Kepala Sekolah SDK Kedindi, Siprianus Andro Dono, S.Pd, menyatakan bahwa metode pembelajaran melalui permainan detektif ini sangat efektif dalam menanamkan pengetahuan dasar tentang kebencanaan kepada siswa.
Kepala Sekolah SDK Kedindi, Siprianus Andro Dono, S.Pd, menyatakan bahwa metode pembelajaran melalui permainan detektif ini sangat efektif dalam menanamkan pengetahuan dasar tentang kebencanaan kepada siswa.
“Dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, siswa dapat lebih mudah mengenali ancaman bencana di sekitar mereka dan memahami tindakan awal yang harus dilakukan sebagai respons ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Salah satu guru yang terlibat, Yohanes Hansi, S.Pd, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan dari PMI Kabupaten Manggarai dan program ELECTRA.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis, sehingga siswa dapat langsung menerapkannya ketika menghadapi situasi darurat bencana.
“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka sangat menikmati metode pembelajaran berbasis permainan ini dan aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan,” tambah Yohanes.
Keceriaan dan semangat siswa menjadi indikator keberhasilan pendekatan ini dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Yohanes berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan secara rutin agar budaya sadar bencana semakin melekat di kalangan pelajar dan masyarakat luas.
Relawan PMI Manggarai, Edho Gabut, menegaskan bahwa kampanye “Detektif Bencana” merupakan bagian integral dari program pendidikan PRB yang berorientasi pada pendekatan partisipatif dan inklusif.
Relawan PMI Manggarai, Edho Gabut, menegaskan bahwa kampanye “Detektif Bencana” merupakan bagian integral dari program pendidikan PRB yang berorientasi pada pendekatan partisipatif dan inklusif.
“Kami mendorong siswa tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi juga sebagai fasilitator yang aktif dalam proses pembelajaran, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi lebih mendalam dan aplikatif,” jelas Edho.
Dengan adanya program ini, SDK Kedindi tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran akademis, tetapi juga sebagai tempat pengembangan keterampilan praktis yang sangat penting dalam menghadapi risiko bencana.
Diharapkan, kegiatan ini dapat membentuk mental siaga para siswa sekaligus menciptakan budaya sadar bencana yang kuat di lingkungan sekolah dan komunitas sekitar, sehingga kesiapsiagaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui inovasi seperti kampanye “Detektif Bencana,” SDK Kedindi menunjukkan komitmen nyata dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial untuk menghadapi tantangan bencana alam, sekaligus memperkuat ketahanan komunitas di masa depan.
Melalui inovasi seperti kampanye “Detektif Bencana,” SDK Kedindi menunjukkan komitmen nyata dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial untuk menghadapi tantangan bencana alam, sekaligus memperkuat ketahanan komunitas di masa depan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar