Medan Sulit Tak Halangi PMI Beri Layanan Kemanusiaan di Uning Mas
0 menit baca
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung kesehatan fisik dan mental anak-anak serta memastikan kondisi masyarakat terdampak bencana banjir bandang tetap sehat dan terjaga. Bencana yang melanda wilayah Bener Meriah ini meninggalkan dampak besar, terutama bagi para penyintas yang kini tinggal di lokasi pengungsian.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, menjelaskan bahwa medan menuju lokasi pengungsian di Desa Uning Mas sangat sulit. Jalan yang sempit, berlumpur, dan rusak akibat longsor membuat perjalanan menuju lokasi memerlukan kehati-hatian ekstra.
“Meski kondisi jalan sangat menantang, semangat relawan PMI tidak pernah surut. Kami tetap berusaha hadir memberikan layanan promosi kesehatan, dukungan psikososial, dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat terdampak,” ujar Budhi Pranoto.
Promosi kesehatan menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Tujuannya adalah membiasakan para penyintas untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan demi mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung kesehatan fisik dan mental anak-anak pasca bencana.
“Promosi kesehatan, pelayanan dukungan psikososial, dan pemeriksaan kesehatan sangat penting karena para penyintas di lokasi pengungsian sangat rentan terserang berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang kurang bersih. Selain itu, kami juga berupaya memulihkan kondisi mental anak-anak dan kelompok rentan,” jelas Budhi.
Dalam pelaksanaannya, relawan PMI menggunakan metode edukasi yang menarik, seperti boneka tangan, bercerita, dan simulasi agar materi mudah dipahami oleh anak-anak dan kelompok rentan. Materi yang disampaikan meliputi cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri dengan mandi teratur dan menggosok gigi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Selain edukasi, layanan dukungan psikososial juga diberikan dengan cara bermain bersama anak-anak menggunakan boneka tangan dan mewarnai bersama. Setelah kegiatan, relawan juga membagikan perlengkapan kebersihan seperti sabun, sikat gigi, dan pasta gigi untuk mendukung kebiasaan hidup bersih sejak dini.
“Semoga dengan adanya promosi kesehatan dan pelayanan ini, para penyintas dapat terbiasa hidup bersih dan sehat, baik saat masa tanggap darurat maupun di kondisi normal,” harap Budhi Pranoto.
Salah seorang warga Desa Uning Mas, Sri Maulani, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran PMI yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga edukasi kesehatan yang sangat bermanfaat.
“Pengetahuan tentang cara mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri sangat membantu kami di pengungsian. Edukasi ini membuat kami lebih paham bagaimana menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit,” ujar Sri Maulani.
Sri juga menambahkan bahwa edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi PMI yang hadir tidak hanya dengan bantuan, tetapi juga memberikan pengetahuan penting tentang kesehatan selama kami tinggal di lokasi pengungsian,” tutup Sri Maulani dengan penuh harap.
Kegiatan kemanusiaan PMI di Uning Mas ini menjadi bukti nyata bahwa medan sulit bukanlah penghalang bagi semangat kemanusiaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana. Semoga langkah-langkah ini dapat membantu mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup para penyintas di masa mendatang.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
