PMI Bantu Pulihkan Semangat Warga Kenawat
0 menit baca
lintas86.com, Aceh Tengah — PMI Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PMI Kabupaten Aceh Tengah kini bahu-membahu memperkuat upaya pemulihan pascabencana di Desa Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut telah menyebabkan kerusakan fisik yang luas serta meninggalkan trauma mendalam pada masyarakat setempat.
Sejak peristiwa tersebut, setiap kali hujan turun, warga sering kali diliputi oleh rasa cemas dan takut. Namun demikian, sinergi dari berbagai elemen masyarakat memberikan harapan baru kepada mereka yang terdampak.
Kehadiran gabungan tim PMI di Desa Kenawat tidak hanya dirancang sebagai respons darurat, tetapi juga sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk mendampingi masyarakat dalam memulihkan diri dari trauma bencana.
Layanan yang diberikan termasuk pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, dan distribusi bantuan logistik. Setibanya di lokasi, tim PMI dari DKI Jakarta langsung berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka di Aceh Tengah untuk membuka layanan kemanusiaan terpadu yang dirancang khusus bagi kebutuhan warga.
Budhi Pranoto, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa layanan kesehatan difokuskan kepada mereka yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.
“Promosi kesehatan sangat penting dilakukan guna mencegah potensi penyakit menular di situasi darurat seperti ini. Kami berupaya memastikan daya tahan masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih,” jelas Budhi Pranoto.
Dukungan psikososial juga menjadi prioritas untuk memulihkan rasa aman warga.
“Trauma akibat bencana telah membekas, terutama di antara anak-anak dan kelompok rentan. Melalui dukungan psikososial ini, kami berusaha menenangkan pikiran mereka dan menumbuhkan kembali semangat hidup masyarakat,” lanjut Budhi Pranoto.
Selain itu, bantuan logistik berupa kebutuhan pokok juga disalurkan, yang sebagian besar berasal dari masyarakat Jakarta dan para donatur.
“Dukungan secara berkelanjutan dari para donatur adalah kunci penting. Kami ingin memastikan bahwa proses pemulihan berjalan hingga masyarakat benar-benar mampu bangkit,” tambah Budhi, merujuk pada arahan dari Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, bahwa operasi kemanusiaan ini akan berjalan hingga Desember 2026.
Ketua Posko Bencana Desa Kenawat, Al Huda, menyampaikan bahwa bencana tersebut telah berdampak pada 36 Kartu Keluarga (KK) dengan 121 unit rumah mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Alhamdulillah, bantuan darurat sudah mulai disalurkan. Akses jalan utama yang sempat tertutup longsoran kini perlahan bisa ditangani oleh Pemerintah Daerah dan perangkat desa,” ungkap Al Huda.
Tantangan di lapangan masih signifikan, terutama terkait akses jalan yang rawan tertutup longsor jika hujan kembali turun.
“Kami berharap adanya dukungan peralatan berat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk mempercepat penanganan material longsor dan membuka kembali akses jalan yang vital bagi aktivitas masyarakat,” tambah Al Huda.
Mengakhiri keterangannya, Al Huda menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, terutama dari masyarakat Jakarta.
“Bantuan ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bertahan dan bangkit,” tutupnya.
Kerja sama antara PMI dari dua provinsi ini menunjukkan bagaimana solidaritas dan empati dapat menjadi landasan yang kuat dalam upaya pemulihan pascabencana. Komitmen ini diharapkan dapat terus terjaga hingga masyarakat Desa Kenawat bisa sepenuhnya kembali mandiri dan bangkit dari trauma bencana yang mereka alami.
Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi
