PMI Berikan Layanan Dukungan Psikososial untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Bener Meriah - lintas86
HEADLINE

PMI Berikan Layanan Dukungan Psikososial untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Bener Meriah



lintas86.com, Bener Meriah – Palang Merah Indonesia (di) memberikan layanan dukungan psikososial (PSS) kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah pada tanggal 8–9 Januari 2026. Layanan ini difokuskan khususnya kepada kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan ibu-ibu yang mengungsi di berbagai lokasi terdampak.

Pada hari pertama, tim PMI melaksanakan kegiatan PSS di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam. Tim memberikan layanan ekspresif kreatif melalui permainan dan sesi berbagi pengalaman kepada enam remaja laki-laki. 

Salah satu remaja peserta diketahui telah kehilangan rumah akibat longsor yang terbawa banjir, namun kini telah kembali bersekolah. Secara umum, kondisi psikologis para remaja tersebut terpantau stabil.

Selain remaja, PMI juga mendampingi 29 anak-anak di lokasi yang sama, termasuk beberapa anak yang rumahnya hanyut dan kini mengungsi. 

Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan bermain, berbagi cerita, serta menerima makanan ringan. Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak merasa aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana.

Tak hanya itu, PMI juga mengadakan diskusi kelompok terarah (FGD) bagi sembilan ibu-ibu di titik kumpul warga sekitar Masjid At-Taqwa. Diskusi ini dilakukan bersamaan dengan layanan kesehatan. 

Beberapa peserta mengeluhkan kecemasan berlebihan hingga berdampak pada kondisi fisik, seperti peningkatan tekanan darah. Tim PSS memberikan dukungan emosional dan penguatan mental bagi para penyintas.

Menurut Ketua PMI Kabupaten Bener Meriah, Ahmad Fauzi, 
"Dukungan psikososial sangat penting untuk membantu para korban bencana mengatasi trauma dan stres yang mereka alami. Kami fokus pada kelompok rentan agar mereka bisa pulih secara mental dan kembali beraktivitas normal."

Pada hari kedua, layanan PSS dilanjutkan di Desa Uning Emas, Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak 33 anak mengikuti kegiatan psikoedukasi dan ekspresif kreatif yang melibatkan panggung boneka serta aktivitas mewarnai dan menggambar. Meski sebagian anak masih menunjukkan rasa takut, kegiatan ini membantu mereka untuk kembali berinteraksi secara positif.

Sementara itu, 17 ibu-ibu, termasuk kelompok lanjut usia, mengikuti sesi FGD dan latihan pengelolaan emosi menggunakan teknik butterfly hug. Kegiatan ini bertujuan membantu para penyintas mengelola stres dan kecemasan pascabencana.

Kepala Tim PSS PMI Provinsi DKI Jakarta, Sari Wulandari, 
"Teknik butterfly hug sangat efektif untuk menenangkan diri dan mengurangi kecemasan. Kami berharap para ibu dapat menerapkan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mental mereka."

Kegiatan dukungan psikososial ini dilaksanakan oleh tim gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kabupaten Bener Meriah. 

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto,  menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.

"Kami akan terus hadir dan memberikan dukungan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental, agar masyarakat bisa bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan," ujarnya
Dengan layanan psikososial yang menyentuh berbagai kelompok rentan, PMI berharap dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan membangun ketahanan mental masyarakat pascabencana di Bener Meriah.


Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar