PMI Terus Distribusi Air Bersih ke Lokasi Banjir Bandang di Aceh Utara
Januari 26, 2026
lintas86.com, Aceh Utara - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara telah menyebabkan kerusakan signifikan dan membuat ribuan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih. Di tengah situasi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara memainkan peran penting dalam memastikan tersedianya pasokan air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.
Achmad Yani, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Aceh Utara, menjelaskan bahwa setiap hari, PMI Aceh Utara mendistribusikan rata-rata 30 ribu liter air bersih kepada masyarakat. Proses ini merupakan hasil kolaborasi antara tim WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) PMI dengan instansi lain.
“Setiap hari, enam relawan bekerja tanpa henti, rata rata menargetkan enam desa di satu kecamatan,” ungkap Achmad Yani.
Dalam upaya ini, PMI Aceh Utara telah mengerahkan tiga unit tangki air. Dua tangki digunakan untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di tempat pengungsian, sedangkan satu tangki lainnya digunakan untuk membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir.
"Kehadiran PMI sejak awal masa tanggap darurat sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam menyediakan air bersih yang terus dibutuhkan," tambah Achmad Yani.
Distribusi air bersih ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Langkahan, tetapi juga menjangkau beberapa kecamatan lainnya.
Hingga hari ini Senin, (26/1/2026), PMI sudah distribusi ke 15 desa di Langkahan, empat desa di Baktiya, enam desa di Baktiya Barat, satu desa di Samudera, tiga desa di Lapang, satu desa di Dewantara, lima desa di Muara Batu, dan enam desa di Sawang.
Dalam beberapa kasus, ketika desa-desa tersebut tidak dapat dijangkau oleh tangki air, PMI menyediakan alat penjernih air elektrik di beberapa kecamatan, termasuk Sawang dan Baktiya.
Tantangan yang dihadapi dalam proses distribusi ini cukup berat. Jarak yang harus ditempuh dari lokasi pengambilan air ke titik distribusi membutuhkan waktu dan energi ekstra, ditambah dengan medan dan cuaca yang kerap kali tidak bersahabat. Namun, semangat para relawan tidak pudar.
"Mengingat jarak yang ditempuh, relawan berangkat pagi dan pulang petang demi memenuhi kebutuhan air bersih," jelas Achmad Yani.
Kesadaran akan pentingnya peran PMI dalam situasi darurat ini juga dirasakan oleh warga.
Nurbayami, salah satu warga Desa Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan PMI.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan. Bantuan PMI selalu dinanti oleh warga," ucap Nurbayami dengan penuh rasa terima kasih.
Seiring berjalannya waktu, PMI Aceh Utara terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana ini.
Dedikasi dan semangat pantang menyerah dari para relawan PMI adalah wujud nyata dari tanggung jawab kemanusiaan dalam menghadapi tantangan apapun, kapanpun, dan dimanapun.
Dengan bantuan dari berbagai pihak, PMI bertekad untuk terus memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak hingga situasi kembali normal.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
