PMI Tingkatkan Efektivitas Penanganan Kemanusiaan dengan Pendekatan CEA - lintas86
HEADLINE

PMI Tingkatkan Efektivitas Penanganan Kemanusiaan dengan Pendekatan CEA


lintas86.com, Lhokseumawe – Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe terus memperkokoh langkah inovatif dalam penanganan kemanusiaan melalui pendekatan Community Engagement and Accountability (CEA) atau Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas. Pendekatan ini mengedepankan partisipasi aktif masyarakat, menjadikan mereka bukan sekadar penerima bantuan, melainkan sebagai mitra setara dalam setiap proses kemanusiaan.

Dalam program penanganan bencana, khususnya di Lhokseumawe, PMI mengintegrasikan komunikasi terbuka dan mekanisme umpan balik yang dinamis. Pendamping CEA dari PMI pusat, M. Nashir Jamaludin, menegaskan pentingnya akuntabilitas setiap langkah PMI. "Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tindakan PMI dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang kami layani," ujarnya. Ia menambahkan bahwa umpan balik masyarakat, terutama dalam situasi bencana seperti banjir dan longsor, menjadi dasar evaluasi dan pengembangan layanan agar lebih responsif di masa depan.

Selain memberikan bantuan material, PMI juga fokus pada edukasi masyarakat agar bantuan digunakan secara efektif. 

"Tujuannya adalah untuk memastikan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi penerima manfaat," jelas Nashir. Hal ini mencakup edukasi terhadap penggunaan alat masak dan alat kebersihan yang disalurkan kepada masyarakat.

Dalam upaya memperkuat implementasi CEA, PMI secara berkelanjutan mengadakan pelatihan dan orientasi di berbagai tingkatan.

Muhammad Agam Alirullah, Ketua PMI Lhokseumawe, menggarisbawahi pentingnya koordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan respons kemanusiaan yang sinergis dan efektif. 

"Digitalisasi akan menjadi sarana memperbaiki diri kita ke depan," ujarnya, menyoroti pentingnya kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

Relawan PMI merupakan tulang punggung dalam pelaksanaan CEA. Mereka dibekali bimbingan teknis untuk menerapkan pendekatan ini secara tepat. Putri Ramadani, relawan PMI, menyatakan bahwa inklusifitas pelibatan masyarakat, termasuk kelompok rentan, memastikan semua suara didengar dan diperhatikan.

Melalui penerapan CEA, PMI Lhokseumawe menetapkan landasan kepercayaan dan akuntabilitas dengan masyarakat. Pendekatan ini bukan hanya menjadi sebuah konsep, melainkan tonggak penting dalam memperkuat peran PMI sebagai lembaga kemanusiaan yang responsif dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks. 

Pendekatan ini terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat, menjadikan CEA sebagai model penanganan bencana yang patut dicontoh.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar