151 Sumur Bersih, Harapan Baru dan Kebangkitan Pidie Jaya Pascabencana
00:00
00:00
lintas86.com, Pidie Jaya - Di tengah puing-puing dan tantangan pemulihan pascabencana, kolaborasi yang solid antara PMI Kota Banda Aceh dan PMI Kabupaten Pidie Jaya bersama Karst Aceh telah memberikan secercah harapan baru bagi warga Pidie Jaya.
Upaya pembersihan sumur pada 19–27 Januari 2026 telah menghidupkan kembali sumber kehidupan warga yang sempat terhenti.
Kegiatan ini mencakup pembersihan dan pemulihan fungsional dari 151 sumur yang tersebar di beberapa desa terdampak. Transformasi yang terjadi bukan hanya tentang penjernihan air, tetapi lebih dari itu, adalah mengembalikan rasa tenang dan aman bagi masyarakat setempat.
Ketua PMI Kabupaten Pidie Jaya, Irwan Ibrahim, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa urgensi akan kebutuhan dasar hidup warga.
"Sumur-sumur ini adalah urat nadi dalam kehidupan sehari-hari warga Pidie Jaya. Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat mengembalikan fungsi dasar tersebut, sekaligus memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian dalam upaya bangkit dari bencana yang melanda," ujarnya.
Pendekatan pembersihan dilakukan dengan cermat, sumur-sumur tersebut disedot, diaduk lumpurnya, dan digantikan airnya dengan penuh kehati-hatian.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingkat pencemaran yang bervariasi antara satu sumur dengan yang lainnya, beberapa bahkan menunjukkan kontaminasi serius akibat rembesan limbah lingkungan.
Ahmad Haeqal Asri, Ketua PMI Kota Banda Aceh, menambahkan bahwa kerjasama ini tidak sekadar membersihkan sumur, tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat.
"Kami tidak hanya datang dengan mesin dan alat-alat, tetapi juga untuk mendengarkan warga, memastikan mereka merasa didukung dan diperhatikan. Ini penting untuk pemulihan psikologis pascabencana," tegasnya.
Sementara itu, dari pihak Karst Aceh yang turut berperan signifikan, pihaknya merasa senang dapat berkontribusi secara nyata.
"Kami bangga bisa menjadi bagian dari perubahan positif ini," kata seorang perwakilan.
Di beberapa titik, sumur yang sudah dibersihkan menunjukkan kondisi yang lebih baik. Namun, masih ada segelintir sumur yang memerlukan intervensi lanjutan untuk memastikan air yang dihasilkan benar-benar aman digunakan.
Data dari kegiatan ini menjadi dokumen penting yang menggambarkan kondisi saat ini sekaligus panduan untuk langkah preventif di masa mendatang.
Bagi warga Pidie Jaya, inisiatif ini tidak hanya memulihkan akses air bersih, tetapi juga menghidupkan semangat kebersamaan dan ketahanan. Di balik setiap sumur yang kembali bersih, ada deru optimisme dan tekad bersama untuk bangkit dari kesulitan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah tantangan yang ada, dengan gotong royong dan solidaritas, harapan pasti bisa kembali mengalir.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar