Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi


lintas86.com, Ponorogo –
Akafarma Sunan Giri Ponorogo mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Program 1.000 Santri Farmasi, sebuah inisiatif kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi keagamaan yang bertujuan memadukan pemahaman agama dan keahlian profesional di bidang farmasi. 

Peluncuran program yang digelar di kampus Akafarma pada hari Rabu 11 Februari 2026 dihadiri oleh pimpinan kampus, perwakilan Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Batoro Katong, Ketua PCNU Ponorogo, serta perwakilan dari 30 pondok pesantren di Ponorogo. Kehadiran pengurus PC Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Ponorogo menegaskan komitmen lintas sektor dalam mendukung program ini.

Ketua PC RMI Ponorogo, Rahman, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan profesional biasa, melainkan sebuah gerakan strategis yang mengintegrasikan tafaqquh fiddin—pemahaman mendalam tentang agama—dengan kompetensi profesional di sektor kesehatan. 

“Program ini kami rancang untuk menghasilkan santri yang tidak hanya menguasai literatur keislaman klasik, tetapi juga memiliki kapasitas dalam farmakologi dan mampu bersaing serta berkontribusi dalam sistem kesehatan formal,” ujarnya.

Program 1.000 Santri Farmasi didasari oleh empat misi utama yang menjadi fondasi pengembangan kapasitas santri. 
Pertama, pengembangan keterampilan dengan nilai jual tinggi yang sesuai dengan kebutuhan sektor kesehatan publik. 
Kedua, menciptakan kemandirian ekonomi santri melalui kemampuan mengelola layanan kefarmasian baik di pesantren maupun fasilitas kesehatan umum. 
Ketiga, menjadikan pesantren sebagai pusat layanan kesehatan yang kuat dengan dukungan 1.000 santri terlatih. Keempat, mencetak tenaga farmasi profesional yang beretika, menyeimbangkan standar profesi kesehatan dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Direktur Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Sunan Giri Ponorogo, apt. Nasruhan Arifianto, M.Farm.Klin. menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung visi besar ini.

 “Kami berkomitmen mendidik santri menjadi tenaga farmasi yang profesional sekaligus agamis. Ini memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembelajaran multidimensi yang kini juga berfokus pada pelayanan kesehatan,” katanya.

Program ini membuka peluang baru bagi generasi muda Ponorogo untuk menjadi profesional yang religius dan kompeten, siap menjawab tantangan kemajuan industri kesehatan dan farmasi yang terus berkembang pesat. 

Dengan kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin meningkat, lulusan pesantren yang menguasai ilmu farmasi diharapkan dapat mengabdikan diri sekaligus mencapai kemandirian ekonomi.

Rahman menambahkan,

 “Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi santri farmasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kesehatan Indonesia.”

Melalui Program 1.000 Santri Farmasi, Ponorogo diharapkan menjadi pionir dalam peningkatan standar pendidikan dan pelayanan kesehatan yang beretika. 

Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan modern, membuka jalan bagi masa depan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik di Indonesia.

Penulis: Arif W.
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi
  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi
  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi
  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi
  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi
  • Akafarma Sunan Giri Ponorogo Launching 1000 Santri Farmasi

Posting Komentar