PMR SMAN 1 Jatiroto Gelar Donor Darah, Puluhan Nyawa Terselamatkan
00:00
00:00
lintas86.com, Lumajang – Di balik gedung megah SMA Negeri 1 Jatiroto Lumajang, riuh langkah dan semangat berbagi terlihat jelas pada Selasa, 10 Februari 2026 Palang Merah Remaja (PMR) sekolah ini kembali menggelar aksi sosial tahunan yang tak sekadar menyelamatkan jiwa, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama: kegiatan Donor Darah.
Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Lumajang, kegiatan ini berlangsung di aula sekolah yang sehari-hari menjadi saksi rutinitas akademik para siswa. Tak hanya siswa dan guru, kegiatan ini juga membuka pintunya lebar-lebar untuk masyarakat umum, memberikan kesempatan kepada siapa saja yang memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi pahlawan bagi yang membutuhkan.
Sejak pagi buta, antusiasme peserta sudah terlihat. Dengan tertib, para calon pendonor mengantri untuk mengikuti rangkaian proses donor yang telah direncanakan dengan matang. Setiap peserta memulai dengan pendaftaran, melanjutkan dengan pengisian formulir serta wawancara terkait riwayat kesehatan mereka. Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta kondisi fisik lainnya.
Proses ini diawasi langsung oleh petugas medis profesional dari PMI Kabupaten Lumajang untuk memastikan bahwa darah yang didonorkan aman dan berkualitas.
Sesudah darah diambil, pendonor disarankan beristirahat dan diberi konsumsi yang telah disediakan oleh panitia.
“Hari ini, kita tidak hanya berbicara tentang jumlah kantong darah, tetapi tentang harapan yang kita bawa kepada mereka yang tengah berjuang di luar sana,” ujar Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, mengapresiasi semangat luar biasa dari para pendonor.
Kerja sama dengan sekolah-sekolah seperti ini penting sekali untuk membangun kesadaran peduli, terutama di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini berhasil mengumpulkan 39 kantong darah. Meski mungkin tampak kecil dalam hitungan angka, namun di balik itu tersembunyi harapan bagi banyak jiwa yang tengah berjuang melawan sakit.
"Kami sungguh bangga menjadi bagian dari inisiatif ini. Ini adalah cermin kepedulian kita sebagai komunitas sekolah," ujar Julianardi, salah satu guru yang turut serta mendonorkan darahnya. “Ini ajang nyata mendidik siswa agar mau berbagi dan menolong sesama dengan tulus.”
Bagi siswa seperti Alia, yang baru pertama kali menjadi pendonor, pengalaman ini menjadi salah satu momen tak terlupakan dalam hidupnya. “Awalnya gugup, tetapi setelah menjalani prosesnya, saya merasa senang dan bersyukur bisa turut andil dalam menyelamatkan hidup orang lain,” tuturnya.
Kepala SMA Negeri 1 Jatiroto, Supiati, S.Pd, memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat.
“Donor darah adalah contoh nyata dari pendidikan karakter yang kami ingin tanamkan dalam diri siswa kami. Empati dan jiwa kemanusiaan adalah pelajaran yang tak ternilai harganya,” katanya dengan bangga.
Melalui kegiatan ini, PMR SMA Negeri 1 Jatiroto Lumajang tak hanya menjadi pelopor aksi kemanusiaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan budaya peduli sesama. Mereka membuktikan bahwa di tangan-tangan muda, semangat untuk saling menolong masih terjaga, mengalir deras dari satu ruang aula menuju banyak nyawa yang terselamatkan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar