Krisis Air Bersih Pascabanjir PMI Distribusi 2,23 Juta Liter di Pidie Jaya
Kamis, Februari 05, 2026
Koordinator Tim WASH PMI Pidie Jaya, Mulyadi, menyampaikan,
“Hingga hari ini, Kamis 5 Februari 2026, kami telah memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 2.230.000 liter air bersih ke berbagai kecamatan terdampak seperti Meureudu, Meurah Dua, Trieng Gadeng, Bandar Dua, Ulim, dan Jangka Buya. Kapasitas produksi harian kami berkisar antara 40.000 hingga 50.000 liter. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan layanan ini selama kebutuhan masih tinggi.”
Distribusi air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki dan didukung oleh peralatan WASH serta tenaga relawan yang berdedikasi. Krisnadi, Pendamping Operator Pengolahan Air Bersih LPSAL PMI Pusat, menjelaskan pentingnya proses pengolahan air sebelum distribusi.
“Air baku yang kami ambil dari sumber diproses menggunakan Water Treatment Plant (WTP) terbaru, Hydroflow 4.0, untuk memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan. Meski air ini aman, kami tetap menyarankan agar warga memasaknya terlebih dahulu sebelum digunakan,” ujarnya.
Dampak layanan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di pengungsian. Seorang warga pengungsian, Siti Aminah, mengungkapkan rasa syukurnya,
“Bantuan air bersih dari PMI sangat membantu kami. Selama ini kami kesulitan mendapatkan air yang layak untuk memasak dan mandi. Dengan adanya air bersih ini, beban kami sedikit terangkat di tengah masa sulit ini.”
PMI Pidie Jaya menegaskan bahwa mereka akan terus mengupayakan ketersediaan air bersih dengan memperhatikan perkembangan situasi dan anggaran yang ada.
Mulyadi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak.
“Penggunaan air yang hemat dan menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyakit pascabencana,” tambahnya.
Situasi di Pidie Jaya masih membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan. PMI dan masyarakat setempat bertekad menghadapi tantangan ini dengan semangat gotong royong dan solidaritas yang tinggi demi pemulihan yang lebih cepat dan kesehatan yang terjaga.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
