HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PMI Gelar Mini Workshop Kemitraan di Manggarai

lintas86.com, Manggarai – Dalam rangka mengoptimalkan sinergitas antara berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai menyelenggarakan sebuah mini workshop di Aula Puspita Efata Ruteng pada Senin, 2 Februari. Acara ini mengusung tema "Kontribusi Program Terhadap Capaian Indikator Pemerintah Daerah - Program Pemberdayaan Lembaga dan Komunitas Lokal Untuk Aksi Dini (ELECTRA)".

Mini workshop ini menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai, Livinus V. Livens Turuk, ST, MP, sebagai narasumber utama. 
 
"Efisiensi anggaran dan keterbatasan fokus pembangunan daerah menuntut kita untuk lebih inovatif dalam menggali potensi mitra pembangunan yang telah aktif di Kabupaten Manggarai," ungkap Livens. 
 
Beliau juga menekankan pentingnya peran lembaga non-pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu kemiskinan, stunting, air bersih, dan perubahan iklim.

Dengan kehadiran 30 peserta dari berbagai unsur, seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga non-pemerintah seperti Karitas Keuskupan dan Wahana Visi, workshop ini menjadi wadah pertukaran pemikiran dan evaluasi capaian RPJMD Manggarai 2021-2026. 
 
Meskipun beberapa indikator pembangunan telah menunjukkan hasil positif, Livens menggarisbawahi bahwa isu lingkungan dan kebencanaan memerlukan perhatian lebih, di mana Indikator Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) saat ini mencatat capaian sebesar 92,07% per tahun. 
 
"Kolaborasi dengan mitra pembangunan ini sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan yang ada, dan kami berharap kontribusi tersebut dapat merata di seluruh daerah Manggarai," tambahnya.

Thomas Hikmat, Koordinator Program ELECTRA, turut memaparkan tantangan pengelolaan program, terutama terkait keberlanjutan pasca-program. 
 
Dalam konteks ini, program tidak hanya berhenti pada respon kebencanaan tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas. 
 
"Turunan dari indikator kebencanaan ini coba kami kaitkan dengan visi misi Pemda yang berhubungan dengan ketahanan iklim dan bencana," jelas Thomas, menyoroti pentingnya penyesuaian program dengan regulasi pemerintah, termasuk Indikator Desa Tangguh Bencana dan SDG’s.

Dalam kesempatan yang sama, Epi Wandur, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Manggarai, juga memuji peran PMI dan organisasi lainnya dalam mendukung kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan sekolah. 
 
"Indeks Risiko Bencana Kabupaten Manggarai menunjukkan penurunan, namun pilar mitigasi struktural perlu lebih diperkuat," ungkap Epi.

Paul Gani, Kabid Pembangunan Desa Dinas Kabupaten Manggarai, mengidentifikasi empat aspek penentu status desa, termasuk aspek lingkungan yang erat kaitannya dengan kebencanaan.
 
"Kerja sama PMI di beberapa desa sangat membantu dalam memastikan regulasi untuk kegiatan kebencanaan," tegas Paul, menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat kajian risiko bencana.

Tidak ketinggalan, Kades Terong, Theodorikus Atong, menyampaikan harapannya agar setiap program dapat saling mendukung, menghindari ego sektoral, dan membawa hasil yang lebih optimal. 

"Kerja kolaboratif tidak boleh sekadar menjadi slogan, tetapi harus mengakar dan terus dilakukan ke depannya," pungkas Atong.
 

Sebagai langkah awal, pada Juli 2026 mendatang, Program ELECTRA PMI Manggarai akan melaksanakan kick-off bersama mitra OPD dan non-OPD terkait di beberapa kecamatan, termasuk Reok Barat dan Satarmese Barat. 

Mini workshop ini memberikan kesempatan bagi desa dan sekolah untuk menyampaikan pengalaman dan harapan terkait program kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah mereka.

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan