PMI dan Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Hilang di Hutan Grobogan
lintas86.com, Grobogan - Kabupaten Grobogan digemparkan oleh laporan hilangnya seorang warga bernama Sademi di kawasan hutan Sanggeman, Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo. Selasa, 17 Maret 2026.
Setelah upaya pencarian mandiri yang tidak membuahkan hasil, Posko PMI Kabupaten Grobogan menerima laporan resmi pada malam hari dan segera menggerakkan operasi Search and Rescue (SAR) yang melibatkan berbagai instansi terkait.
Operasi SAR resmi dimulai pada pagi hari tanggal 18 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dengan menggunakan metode Emergency Search and Rescue (ESAR).
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi dalam menghadapi keadaan darurat, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat Kabupaten Grobogan.
Operasi SAR resmi dimulai pada pagi hari tanggal 18 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dengan menggunakan metode Emergency Search and Rescue (ESAR).
Tim pencarian dibagi menjadi tiga Sub Regional Unit (SRU) yang bertugas menyisir area utara, barat laut, dan barat daya kawasan hutan Perhutani KPH Purwodadi.
Kolaborasi erat antara PMI, BPBD, POLRES Grobogan, BASARNAS, serta dukungan masyarakat lokal menjadi kunci efektivitas pencarian.
Sekitar pukul 09.15 WIB, tim SRU 1 berhasil menemukan Sademi dalam keadaan meninggal dunia di area hutan jati, sekitar dua kilometer dari titik awal pencarian.
Sekitar pukul 09.15 WIB, tim SRU 1 berhasil menemukan Sademi dalam keadaan meninggal dunia di area hutan jati, sekitar dua kilometer dari titik awal pencarian.
Tim INAFIS Polres Grobogan segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian sebelum jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke rumah duka.
Gesit Kristiawan, Kepala Seksi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan profesionalisme seluruh tim yang terlibat.
Gesit Kristiawan, Kepala Seksi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan profesionalisme seluruh tim yang terlibat.
“Keberhasilan operasi ini membuktikan bahwa koordinasi dan solidaritas antar instansi serta masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tanggap darurat demi keselamatan warga,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi dalam menghadapi keadaan darurat, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat Kabupaten Grobogan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar