PMI Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Penyebaran Virus Nipah - lintas86
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PMI Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Penyebaran Virus Nipah


lintas86.com, Jakarta Selatan - Dalam upaya memastikan kesehatan masyarakat terlindungi dari ancaman penyakit Virus Nipah, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengedarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/c/ZH5/2026. Surat ini merupakan bentuk respons atas imbauan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait peningkatan kewaspadaan terhadap potensi ancaman penyakit zoonotik ini.

Ridwan S Carman, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dan antisipasi terhadap Virus Nipah sangatlah penting, terutama mengingat tingkat fatalitas penyakit ini yang bisa mencapai 40-75%. 

"Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus konfirmasi pada manusia di Indonesia, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa negara kita berbatasan dan memiliki intensitas mobilitas tinggi dengan negara-negara yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Nipah," ujar Ridwan. Jumat, (06/2/2026)

Virus Nipah, yang diketahui ditularkan dari kelelawar buah sebagai reservoir alaminya, telah ditemukan di beberapa negara Asia dan Australasia, termasuk Indonesia.

 "Ini menunjukkan bahwa potensi penularan di negara kita tetap ada," tambahnya. 

Oleh karena itu, PMI memandang perlu untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganannya.

"PMI memiliki peran penting dalam edukasi masyarakat dan komunikasi risiko. Kami berfokus pada perubahan perilaku pencegahan, seperti menghindari konsumsi nira atau aren mentah, mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari kontak langsung dengan hewan liar atau ternak yang sakit," jelas Ridwan lebih lanjut.

Selain itu, Ridwan juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk serta bersin. Khusus untuk kelompok rentan, ia mengingatkan agar memakai masker apabila mengalami gejala. 

"Ini adalah bagian dari upaya edukasi kami yang berkelanjutan kepada masyarakat," ungkapnya.

Di tingkat relawan, PMI juga memaksimalkan peran serta mereka melalui pelatihan pemahaman dasar terkait Virus Nipah dan perlindungan diri dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat. 

"Relawan PMI/SIBAT juga kami gerakkan untuk melakukan surveilans berbasis masyarakat, mencatat dan melaporkan dugaan kasus kepada petugas kesehatan setempat," imbuh Ridwan.

Koordinasi dengan pemerintah daerah adalah aspek lain yang menjadi fokus PMI. 

"Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam kegiatan edukasi masyarakat, penyebaran informasi risiko, dan mendorong rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan dugaan kasus di masyarakat," tutur Ridwan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi dan citra PMI. 

"Kami selalu berhati-hati dalam menyampaikan informasi, memastikan bahwa pesan kami menenangkan dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Semua komunikasi kami selaras dengan informasi resmi dari pemerintah," Ridwan mengakhiri penjelasannya.

Dengan langkah antisipatif dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, PMI berharap dapat mendukung upaya nasional dalam mencegah penularan Virus Nipah dan melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman penyakit ini. Buatkan judul singkat tajam

Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Posting Komentar
Tutup Iklan