Tangan Kecil, Harapan Besar di Pengungsian Alue Bayue Utang
Kamis, Februari 05, 2026
lintas86.com, Bireuen – Di sebuah sudut pengungsian Alue Bayue Utang, Kabupaten Bireuen, sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna terlihat. Air mengalir perlahan dari sebuah kran sederhana, sementara tangan-tangan kecil berbaris rapi, belajar sebuah pelajaran penting: bagaimana menjaga diri tetap sehat di tengah keterbatasan.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen dari Tim Promosi Kebersihan hadir membawa pesan yang sederhana namun bermakna besar. Pesan itu adalah tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun, sebuah tindakan kecil yang mampu mengusir kuman yang tak kasat mata namun berpotensi menyebabkan berbagai penyakit.
Bagi anak-anak yang masih hidup di pengungsian, pesan ini bukan sekadar teori. Mereka adalah generasi yang harus bertahan di tengah kondisi yang serba terbatas, di mana akses terhadap fasilitas kesehatan dan kebersihan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diberikan oleh Tim WASH PMI menjadi bekal penting untuk mereka.
Sebanyak 15 anak pengungsi, terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki, mengikuti kegiatan edukasi CTPS dengan penuh antusias. Melalui pendekatan yang mudah dipahami dan cara penyampaian yang menyenangkan, para relawan mengajak anak-anak mengenal kapan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Mereka diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain, agar kuman tidak masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.
Suasana pengungsian yang penuh keterbatasan tak menghalangi tawa kecil anak-anak saat mereka mempraktikkan gerakan mencuci tangan. Tawa itu bukan hanya tanda kebahagiaan sesaat, melainkan juga harapan besar yang tersimpan di baliknya — harapan untuk tetap sehat, tetap kuat, dan tetap bisa bermain tanpa rasa khawatir akan penyakit yang mengintai.
Kegiatan edukasi ini juga diwarnai dengan kehadiran Ratri Nur Islami, salah satu roster WASH yang ditugaskan oleh PMI Pusat dan berasal dari PMI Palangka Raya.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen dari Tim Promosi Kebersihan hadir membawa pesan yang sederhana namun bermakna besar. Pesan itu adalah tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun, sebuah tindakan kecil yang mampu mengusir kuman yang tak kasat mata namun berpotensi menyebabkan berbagai penyakit.
Bagi anak-anak yang masih hidup di pengungsian, pesan ini bukan sekadar teori. Mereka adalah generasi yang harus bertahan di tengah kondisi yang serba terbatas, di mana akses terhadap fasilitas kesehatan dan kebersihan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diberikan oleh Tim WASH PMI menjadi bekal penting untuk mereka.
Sebanyak 15 anak pengungsi, terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki, mengikuti kegiatan edukasi CTPS dengan penuh antusias. Melalui pendekatan yang mudah dipahami dan cara penyampaian yang menyenangkan, para relawan mengajak anak-anak mengenal kapan dan bagaimana cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Mereka diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain, agar kuman tidak masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.
Suasana pengungsian yang penuh keterbatasan tak menghalangi tawa kecil anak-anak saat mereka mempraktikkan gerakan mencuci tangan. Tawa itu bukan hanya tanda kebahagiaan sesaat, melainkan juga harapan besar yang tersimpan di baliknya — harapan untuk tetap sehat, tetap kuat, dan tetap bisa bermain tanpa rasa khawatir akan penyakit yang mengintai.
Kegiatan edukasi ini juga diwarnai dengan kehadiran Ratri Nur Islami, salah satu roster WASH yang ditugaskan oleh PMI Pusat dan berasal dari PMI Palangka Raya.
Bagi Ratri, keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat menyentuh hati.
Ia mengungkapkan bahwa melihat antusiasme anak-anak yang mau belajar menjaga kebersihan diri memberikan energi luar biasa baginya.
Melalui layanan WASH, PMI Kabupaten Bireuen terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan.
“Melihat anak-anak begitu antusias dan mau belajar menjaga kebersihan diri memberi energi luar biasa. Di sinilah saya kembali diingatkan bahwa aksi kecil bisa berdampak besar,” ungkap Ratri dengan senyum hangat yang terpancar. Kamis, 5 Februari 2026.
Melalui layanan WASH, PMI Kabupaten Bireuen terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan.
PMI memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal menyediakan air bersih dan sabun, tetapi juga tentang memberi rasa aman, membangun harapan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak pengungsi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dari tangan-tangan kecil yang belajar mencuci tangan, dapat tumbuh harapan besar untuk kehidupan yang lebih sehat dan layak. Di tengah segala keterbatasan, PMI terus berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik demi kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi masa depan bangsa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dari tangan-tangan kecil yang belajar mencuci tangan, dapat tumbuh harapan besar untuk kehidupan yang lebih sehat dan layak. Di tengah segala keterbatasan, PMI terus berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik demi kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi masa depan bangsa.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
