PMI Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir di Grobogan
lintas86.com, Grobogan – Banjir yang melanda sembilan kecamatan di Grobogan pada Senin dini hari (16/2) telah menyebabkan kerusakan dan menggenangi pemukiman warga. Curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang menjadi penyebab utama luapan air yang berdampak luas di berbagai desa.
Dalam penanganan bencana ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Grobogan aktif membantu pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta potensi SAR lainnya dalam evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga terdampak.
Dr. Ir. Moh Sumarsono, M.Si, Ketua PMI Grobogan, menyampaikan,
Banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 15 cm hingga 100 cm terjadi di sejumlah desa seperti Klitikan, Kedungjati, Tajemsari, Sukorejo, Penadaran, dan beberapa wilayah lainnya.
Selain evakuasi, PMI juga membantu pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Warga Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, yang terdampak banjir dan harus mengungsi secara mandiri, bercerita,
Hingga saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut di beberapa lokasi. Namun, PMI Grobogan tetap siaga dan siap membantu masyarakat apabila terjadi peningkatan kondisi banjir kembali. Koordinasi intensif dengan BPBD dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Dalam upaya membantu kebutuhan warga terdampak, PMI telah mendistribusikan bantuan berupa 25 karton mie instan masing-masing untuk Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Gubug. Bantuan ini akan segera dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kasi Kesra Kecamatan Tegowanu Bambang Setyono, SE, menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari PMI.
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Grobogan.
Dalam penanganan bencana ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Grobogan aktif membantu pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta potensi SAR lainnya dalam evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga terdampak.
Dr. Ir. Moh Sumarsono, M.Si, Ketua PMI Grobogan, menyampaikan,
“Curah hujan yang tinggi ditambah luapan dari Sungai Glugu dan Sungai Tuntang menyebabkan banjir yang cukup signifikan di beberapa kecamatan. Kami segera melakukan kaji cepat dan assessment bersama pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.”
Ia menambahkan,
“PMI menurunkan 25 pasukan untuk membantu pengantaran pasien dan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Kami juga terus siaga dan berkoordinasi dengan BPBD untuk kesiapan menghadapi kemungkinan perkembangan situasi.”
Banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 15 cm hingga 100 cm terjadi di sejumlah desa seperti Klitikan, Kedungjati, Tajemsari, Sukorejo, Penadaran, dan beberapa wilayah lainnya.
Beberapa jalan raya dan perkampungan ikut terendam, menyebabkan aktivitas warga terganggu. Evakuasi dilakukan di beberapa titik seperti Perumahan Janur Kuning Desa Tambirejo (Kecamatan Toroh), Permata Hijau Kelurahan Kalongan (Kecamatan Purwodadi), serta Mekarsari Kecamatan Danyang.
Selain evakuasi, PMI juga membantu pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis.
“Kami berupaya maksimal agar korban terdampak banjir bisa mendapatkan bantuan cepat dan tepat, termasuk akses kesehatan,” ujar Djasman, Kepala Markas PMI Grobogan.
Warga Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, yang terdampak banjir dan harus mengungsi secara mandiri, bercerita,
“Air naik sangat cepat, sekitar 50 cm. Kami bersama keluarga segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Terima kasih kepada PMI yang datang membantu evakuasi dan memberikan rasa aman di tengah situasi sulit ini.”
Hingga saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut di beberapa lokasi. Namun, PMI Grobogan tetap siaga dan siap membantu masyarakat apabila terjadi peningkatan kondisi banjir kembali. Koordinasi intensif dengan BPBD dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Dalam upaya membantu kebutuhan warga terdampak, PMI telah mendistribusikan bantuan berupa 25 karton mie instan masing-masing untuk Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Gubug. Bantuan ini akan segera dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kasi Kesra Kecamatan Tegowanu Bambang Setyono, SE, menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari PMI.
“Bantuan yang diberikan PMI sangat berarti bagi warga kami yang terdampak banjir. Mie instan ini akan membantu memenuhi kebutuhan pangan sementara bagi mereka yang rumahnya terendam dan sedang dalam proses evakuasi. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.”
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan dalam menghadapi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Grobogan.
PMI dan instansi terkait terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar