PMI Gelar FGD dan Dukungan Psikososial di Huntara Kuala Simpang Aceh Tamiang
lintas86.com, Aceh Tamiang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tamiang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama warga di hunian sementara (huntara) Kuala Simpang. Jumat, 13 Februari 2026
Menurut Hamid, mendengarkan suara warga adalah kunci agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan yang mereka hadapi.
Selain FGD untuk orang dewasa, PMI juga mengadakan kegiatan khusus untuk anak-anak yang terdampak banjir. Melalui permainan edukatif, ice breaking, dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi dan beraktivitas positif.
Kegiatan promosi kesehatan dan kebersihan juga menjadi bagian penting dari program ini, guna mencegah risiko penyakit di lingkungan huntara yang padat dan terbatas fasilitasnya.
Salah satu warga huntara Kuala Simpang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PMI dan kegiatan yang digelar.
Kehadiran PMI memberikan angin segar bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PMI Aceh Tamiang selama masa pemulihan bencana.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara PMI dan masyarakat terdampak banjir, tetapi juga diisi dengan dukungan psikososial, promosi kesehatan, dan edukasi kebersihan yang menyasar khususnya anak-anak.
FGD yang berlangsung di lokasi huntara Kuala Simpang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat setempat.
FGD yang berlangsung di lokasi huntara Kuala Simpang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, PMI memberikan ruang aman bagi warga untuk berbagi pengalaman, menyampaikan keluhan, serta mengungkapkan harapan selama mereka tinggal di hunian sementara.
Hamid Ginting, pelaku program dukungan psikososial PMI Aceh Tamiang, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam proses pemulihan.
Hamid Ginting, pelaku program dukungan psikososial PMI Aceh Tamiang, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam proses pemulihan.
“Kami tidak hanya datang membawa program, tetapi juga ingin benar-benar mendengar apa yang dirasakan warga. Melalui FGD ini, kami memahami kebutuhan mereka sekaligus memberikan dukungan psikososial agar mereka tetap kuat dan optimis selama tinggal di huntara,” ujarnya.
Menurut Hamid, mendengarkan suara warga adalah kunci agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan yang mereka hadapi.
Selain FGD untuk orang dewasa, PMI juga mengadakan kegiatan khusus untuk anak-anak yang terdampak banjir. Melalui permainan edukatif, ice breaking, dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi dan beraktivitas positif.
“Kami menyadari anak-anak sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Oleh karena itu, mereka perlu ruang bermain dan aktivitas yang menyenangkan agar tidak larut dalam kesedihan,” tambah Hamid.
Kegiatan promosi kesehatan dan kebersihan juga menjadi bagian penting dari program ini, guna mencegah risiko penyakit di lingkungan huntara yang padat dan terbatas fasilitasnya.
Salah satu warga huntara Kuala Simpang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PMI dan kegiatan yang digelar.
“Selama tinggal di sini, tidak banyak kegiatan yang bisa kami lakukan. Dengan adanya FGD dan kegiatan untuk anak-anak, kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Anak-anak juga jadi lebih ceria,” ungkapnya dengan penuh haru.
Kehadiran PMI memberikan angin segar bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PMI Aceh Tamiang selama masa pemulihan bencana.
Melalui pendekatan partisipatif dan dukungan berkelanjutan, PMI berkomitmen mendampingi masyarakat hingga kondisi sosial dan psikologis warga benar-benar pulih.
Dengan langkah-langkah ini, PMI berharap warga huntara Kuala Simpang dapat kembali bangkit dengan semangat baru dan optimisme yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.
“Pemulihan bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga kesehatan mental dan sosial warga. Kami akan terus hadir di tengah mereka, mendengarkan dan memberikan dukungan yang dibutuhkan,” tutup Hamid.
Dengan langkah-langkah ini, PMI berharap warga huntara Kuala Simpang dapat kembali bangkit dengan semangat baru dan optimisme yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar