Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!


lintas86.com, Ponorogo – Momen bersejarah tercipta pada 12 Maret 2026 di Ponorogo saat Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar penutupan program Paradaya Movement 2.0. Program ini telah menjadi katalis perubahan bagi kehidupan delapan perempuan penerima manfaat zakat, yang kini memiliki keterampilan menjahit dan membatik berkat program yang dilaksanakan oleh LMI.

Dalam acara penutupan, Direktur LMI Ponorogo, Dr. Agung Wicaksono, menyampaikan pesan betapa penting peran zakat dalam memberdayakan masyarakat, terutama perempuan.
 
"Zakat harus menjadi instrumen perubahan. Paradaya Movement 2.0 adalah bukti bahwa dengan pengelolaan zakat yang tepat, kita bisa menciptakan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan," tegasnya.

Pada pelatihan yang dimulai sejak Oktober tahun lalu di Sanggar Sakha Kencana, para peserta dibekali kemampuan menjahit berbagai jenis pakaian hingga menguasai teknik membatik dengan metode pewarnaan Remazol. 

Hal ini sejalan dengan komitmen SAKHA Boutique, mitra program, untuk menghadirkan karya busana etnik berkualitas.

 "Kami merasa bangga bisa berbagi pengetahuan dan menjadi bagian dari perjalanan transformasi para peserta," ujar perwakilan SAKHA Boutique.

Bukan hanya tentang keterampilan teknis, program ini juga memberikan dukungan jangka panjang. 

LMI merencanakan pendampingan selama dua tahun bagi para lulusan agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri. 

Salah satu peserta, Siti, berbagi pengalamannya, 

"Pelatihan ini membuka banyak peluang bagi saya dan teman-teman. Kami merasa lebih percaya diri untuk memulai usaha dan memberikan kontribusi kepada keluarga dan masyarakat."

Keberhasilan Paradaya Movement 2.0 turut diapresiasi Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo yang hadir dalam acara penutupan. Dukungan ini menjadi motivasi bagi LMI untuk memperluas program serupa di masa depan. Dengan melihat antusiasme dan keberhasilan yang diraih, LMI berharap Paradaya Movement dapat menginspirasi lembaga lain dalam mengelola zakat untuk kebermanfaatan sosial.

Paradaya Movement 2.0 menegaskan bahwa zakat bukan hanya sekedar kewajiban, tetapi amanah untuk menyejahterakan masyarakat.
 
Kesuksesan program ini adalah tonggak bagaimana zakat dapat berfungsi sebagai kunci pemberdayaan perempuan, mewujudkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik dan berdaya.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!
  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!
  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!
  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!
  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!
  • Akhiri Paradaya 2.0: LMI Ponorogo Buktikan Zakat Adalah Kunci Pemberdayaan Perempuan!

Posting Komentar