Kartini dalam Perspektif Literasi Masyarakat - lintas86
HEADLINE

Kartini dalam Perspektif Literasi Masyarakat



lintas86.com, Lumajang - Rutinitas memperingati Hari Kartini adalah upaya meningkatkan semangat bela negara berkaitan dengan cara menghargai jasa pahlawan bangsa. Namun, makna peringatan lebih dalam haruslah memunculkan kesadaran untuk mau dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur perjuangannya.

Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita terhadap pendidikan dan pengetahuan bertumpu pada semangat ‘membaca’ (literasi). 

Kartini memiliki sudut pandang mental yang kuat dalam memahami literasi. Kartini di zamannya telah mampu memaknai dan mengevaluasi situasi perempuan berdasarkan pengalaman dan nilai pribadinya. 

Saat ini, semangat yang digelorakan Kartini tidak sekedar menyasar literasi bagi perempuan. Literasi saat ini menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia baik laki-laki maupun perempuan. 

Budaya Literasi berpengaruh signifikan terhadap Indek Pendidikan. Sementara Indek Pendidikan merupakan salah satu kunci dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Membahas Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di kabupaten artinya mengukur usaha pemda dalam membina perpustakaan dan budaya literasi. Hasilnya adalah dengan skor bervariasi per wilayah. 

Berdasarkan Data IPLM Provinsi Jawa Timur tahun 2024, antara lain: Surabaya (100,00), Kota Blitar (97,32), dan Kota Madiun (96,93). Tiga kabupaten di atas merupakan kategori pencapaian tertinggi IPLM di Jawa Timur dengan komponen utama mencakup layanan perpustakaan. 

IPLM adalah angka yang menggambarkan usaha pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam membina dan mengembangkan perpustakaan sebagai sarana belajar sepanjang hayat. 

Skor IPLM sering didasarkan pada pemerataan layanan perpustakaan, koleksi buku, tenaga perpustakaan, dan tingkat kunjungan/kegemaran membaca.

Selain akses fisik (IPLM), literasi juga mencakup 6 kemampuan dasar: baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. 

Saat ini kita menjadi sadar bahwa Kartini telah memikirkan kesadaran literasi sejak 147 tahun silam. Sungguh  sebuah ide yang telah melampui eranya. 

Hari Kartini adalah momen penting untuk merayakan peran perempuan dalam berkarya dan berpendidikan. Namun saat ini, kesadaran literasi bukan lagi milik perempuan, kita semua menjadi bertanya pada level apa IPLM daerah kita?

Penulis: Dr. Muchamad Taufiq, SH.,MH. 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar