PMI Manggarai Kolaborasi dengan Dinas Peternakan, Lakukan Vaksinasi HPR
lintas86.com, Manggarai – Penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Manggarai telah memicu serangkaian upaya proaktif dari berbagai pihak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut penyakitan mematikan ini. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, serta pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, terjun langsung ke masyarakat untuk menggalakkan upaya vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Program vaksinasi ini bukan hanya menggandeng otoritas lokal, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat melalui edukasi intensif mengenai pentingnya vaksinasi rabies bagi HPR yang meliputi anjing, kucing, dan kera. Berbagai bentuk media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) disebarluaskan melalui relawan desa/kelurahan, bertujuan untuk membangun kesadaran bersama mengenai bahaya rabies serta pentingnya pelaporan kasus dan vaksinasi.
Mencerminkan komitmen serius ini, pelaksanaan program dijalankan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penertiban Hewan Penular Rabies. HPR yang dipelihara warga diimbau untuk mendapatkan vaksin guna meningkatkan imunitas serta dipelihara dengan tertib. Hewan yang tidak terikat atau tidak dikandangkan dan dianggap berisiko akan dieliminasi oleh tim koordinasi setempat.
Dalam pelaksanaan program vaksinasi, drh. Safrina Natalia Dadus dari Dinas Peternakan menjelaskan,
"Kerjasama yang solid antara tim vaksinator, relawan PMI, dan tim koordinasi pemberantasan rabies tingkat kelurahan/desa telah memperlancar program ini. Antusiasme masyarakat pemilik HPR menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan," ujarnya.
Meski demikian, ia menyadari adanya tantangan di lapangan, seperti masih ada masyarakat yang menolak vaksinasi HPR.
"Untuk itu, kami memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya vaksinasi supaya pencegahan rabies dapat dioptimalkan," tambahnya.
Sebagai bagian dari program intensif ini, kegiatan vaksinasi berjalan di 14 kelurahan di Kecamatan Langke Rembong dan 6 desa di Kecamatan Wae Ri'i. Yoseph Cetak, Koordinator Program KLB Rabies PMI Kabupaten Manggarai, menyatakan,
"Vaksinasi bertujuan melindungi hewan dari rabies dan mengurangi risiko penularan kepada manusia. PMI mendukung penuh program pemerintah daerah terkait penanggulangan rabies ini."
Yulian Sugiranus, Ketua RT 17 Kelurahan Puncak, memberikan apresiasinya,
"Saya sangat mendukung upaya pencegahan ini karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga di sekitar kami."
Menyadari tingginya angka kasus rabies melalui gigitan anjing di Manggarai, Sugiranus berkomitmen untuk memelihara hewan peliharaannya dengan tertib, memberi contoh baik bagi warga lainnya.
Di tengah upaya tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan masih ada, sebagaimana diutarakan Rumaldus Didiaktris dari Dinas Peternakan Kecamatan Langke Rembong, yang mencatat bahwa masih ada HPR yang berkeliaran tak tertib.
"Namun, dengan pendampingan dari dinas kesehatan dan relawan PMI, kegiatan ini tetap berjalan lancar dengan metode vaksinasi door-to-door," jelasnya.
Sampai saat ini, di Kecamatan Langke Rembong dilaporkan sebanyak 491 HPR telah divaksinasi, terdiri dari 465 anjing dan 26 kucing. Sementara di Kecamatan Wae Ri'i, sebanyak 390 HPR telah divaksinasi, dengan rincian 383 anjing dan 7 kucing. Kendati pelaksanaan vaksinasi masih berlangsung, data ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya menghentikan penyebaran rabies.
PMI Manggarai dan Pemerintah Daerah berharap agar melalui kampanye dan vaksinasi HPR yang intensif ini, kasus rabies dapat ditekan lebih jauh dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan hewan dan lingkungan. Semua lapisan masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari rabies. Sebagaimana yang disampaikan Yulian Sugiranus, "Yang menjadi musuh kita adalah virusnya, bukan hewannya." Bersama-sama, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih aman untuk semua.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar