PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026

LINTAS86.com, Lumajang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang terus bergerak maju dalam mencetak generasi muda yang berjiwa kemanusiaan tinggi. Sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas relawan muda, PMI Lumajang resmi menggelar Latihan Gabungan (Latgab) dan Uji Tanda Kecakapan (UTK) Palang Merah Remaja (PMR).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (20–22 Juni 2026) ini, dipusatkan di Kampus SMA Negeri 1 Lumajang. Sebanyak 252 peserta yang terdiri dari anggota PMR tingkat Mula, Madya, hingga Wira, bersama para guru pembina pendamping, berkumpul untuk mengasah keterampilan kepalangmerahan mereka. 
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Lumajang, Didik Supribadio, pada Sabtu (20/6/2026).

Komitmen Tahunan untuk Standardisasi Relawan Muda

Kegiatan Latgab dan UTK tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan tahun kedua. PMI Lumajang berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai program tahunan wajib demi menjaga mutu pembinaan di setiap sekolah.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Ketua PMI Lumajang Didik Supribadio, Ketua PMI Kabupaten Lumajang, H. Budi Santoso, SH, MSi, menegaskan pentingnya konsistensi dalam pembinaan karakter remaja.
"Latgab dan UTK ini merupakan tahun kedua yang kami laksanakan. Dan ini sudah kami agendakan setiap tahun menggelar acara serupa, sebagai model pembinaan sekaligus evaluasi keberadaan unit PMR di sekolah-sekolah. Kami berharap kualitas PMR di Kabupaten Lumajang semakin meningkat dan siap pakai saat dibutuhkan masyarakat," terang Budi Santoso dalam pesan tertulisnya.
Evaluasi berkala seperti ini dinilai penting agar kompetensi yang dimiliki oleh PMR tingkat Mula (SD), Madya (SMP), dan Wira (SMA) memiliki standar yang sama di seluruh wilayah Lumajang.

Menyamakan Persepsi Melalui 8 Bidang Kepalangmerahan


Sebagai sebuah organisasi kemanusiaan, kesamaan visi dan tindakan di lapangan adalah kunci utama. Latgab dan UTK kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang latihan fisik, melainkan juga penyelarasan pemahaman teori keilmuan.
Ketua Panitia Pelaksana, Dra. Iswarini Jamilah, menjelaskan bahwa esensi utama dari berkumpulnya ratusan remaja ini adalah untuk membangun persepsi yang sama mengenai gerakan kepulauanmerahan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menjadi ajang pembinaan terpadu terhadap seluruh unit PMR di Kabupaten Lumajang. Setidaknya, ada 8 bidang materi yang disampaikan langsung oleh para fasilitator kompeten dari unsur pengurus, staf, dan relawan senior PMI Lumajang. Bidang-bidang tersebut meliputi gerakan kepalangmerahan, kepemimpinan, kesiapsiagaan bencana, sanitasi kesehatan remaja, donor darah, hingga pertolongan pertama," jelas wanita yang akrab disapa Rini tersebut.
Guna memacu semangat para relawan muda, panitia juga menyediakan apresiasi khusus berupa E-sertifikat bagi seluruh peserta yang lulus. Selain itu, piala penghargaan akan diberikan kepada tiga peserta dengan nilai UTK terbaik di masing-masing bidang materi.

Suara dari Lapangan: Ujian Mental dan Fisik yang Menantang

Di tengah teriknya matahari di lapangan SMAN 1 Lumajang, para peserta tampak antusias mengikuti setiap simulasi. Mulai dari simulasi pendirian tenda darurat, evakuasi korban bencana, hingga ujian tulis mengenai materi kesehatan remaja.
Salah satu peserta PMR tingkat Wira Nasya SMAN 1 Senduro membagikan pengalamannya selama mengikuti hari pertama kegiatan. 
Remaja tersebut mengaku senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain dan belajar bersama dengan sesama PMR Wira lainnya.
"Saya senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain dan belajar bersama dengan sesama PMR Wira lainnya. Hari ini menurut saya merupakan hari yang sangat beruntung bagi saya karena bisa mengenal teman-teman baru dari berbagai sekolah. Terima kasih," ungkap Nasya, salah satu anggota PMR dari SMA Negeri Senduro dengan penuh antusias.

Menjadi Agen Perubahan: Lebih dari Sekadar Atribut



Menjadi anggota Palang Merah Remaja bukan sekadar tentang kebanggaan memakai slayer hijau, biru, atau kuning di leher baju seragam sekolah. Atribut tersebut membawa tanggung jawab moral yang besar sebagai bagian dari komponen kemanusiaan global.
Melalui momentum Latgab dan UTK 2026 ini, PMI Lumajang ingin membuktikan bahwa remaja masa kini mampu memberikan aksi nyata yang berdampak besar bagi lingkungan sekitar, bukan sekadar menjadi pengamat pasif di media sosial. Melalui pembekalan sanitasi kesehatan remaja dan kesiapsiagaan bencana, para peserta dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam mempromosikan gaya hidup sehat serta membangun Kabupaten Lumajang yang tangguh dan tanggap terhadap bencana.
"Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit relawan masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ketika kapasitas diri para remaja ini meningkat dan jaringan pertemanan antar-relawan meluas, maka fondasi nilai kemanusiaan di Kabupaten Lumajang akan semakin kokoh,". Tutup Budi Santoso
Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026
  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026
  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026
  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026
  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026
  • PMI Lumajang Gelar Latgab dan UTK PMR 2026

Posting Komentar