Taufiq Puji PMI Probolinggo Raih WTP: Bukti Transparansi Tingkat Tinggi!
LINTAS86.com, PROBOLINGGO – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus PMI Kabupaten Probolinggo. Prestasi gemilang diraih lewat keberhasilan menyabet opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Tahun Buku 2025. Hasil tersebut dikeluarkan resmi oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Bambang Sutjipto Ngumar dan Rekan selaku auditor independen. Penyerahan hasil audit eksternal tersebut menjadi salah satu momentum utama dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja (Muker) PMI Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan PMI setempat pada Selasa (23/6/2026).
Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Jawa Timur, Dr. Muchamad Taufiq, S.H., M.H., CLMA, hadir langsung mewakili Ketua PMI Provinsi Jawa Timur. Taufiq menegaskan bahwa pencapaian opini WTP ini bukan sekadar urusan administratif belaka.
Lebih dari itu, hasil audit independen ini merupakan bukti nyata dari implementasi transparansi dan akuntabilitas tingkat tinggi yang diterapkan oleh PMI Kabupaten Probolinggo dalam mengelola dana publik, baik hibah maupun non-hibah.
Komitmen Nyata Pertanggungjawaban Publik
Menurut Dr. Muchamad Taufiq, tidak semua kepengurusan PMI di tingkat kota atau kabupaten di Jawa Timur yang berani dan mampu melakukan audit eksternal secara mandiri dengan hasil yang sangat baik. Langkah proaktif yang diambil oleh PMI Kabupaten Probolinggo ini patut menjadi contoh dan rujukan bagi wilayah-wilayah lain di bawah naungan PMI Provinsi Jawa Timur.
"PMI Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu PMI kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah melaksanakan audit eksternal secara mandiri dan berhasil memperoleh hasil yang sangat baik. Capaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan organisasi, tetapi juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat luas yang telah mempercayakan sebagian dukungannya kepada PMI," ujar Dr. Muchamad Taufiq di hadapan para peserta forum.
Taufiq menambahkan, kepercayaan masyarakat (public trust) merupakan modal paling berharga bagi sebuah organisasi kemanusiaan. Tanpa adanya transparansi yang teruji secara hukum dan profesional melalui audit independen, sulit bagi lembaga sosial untuk bergerak secara lincah dalam menghimpun kekuatan dari para mitra strategis dan masyarakat sipil.
Kunci Sukses Organisasi: Soliditas dan Kebersamaan
Selain memuji pengelolaan tata kelola keuangan yang bersih, Dr. Muchamad Taufiq juga membakar semangat 55 peserta musyawarah kerja yang hadir.
Ia memberikan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus, staf, dan relawan agar senantiasa menjaga kekompakan serta iklim kerja yang harmonis.
Bagi Taufiq, kesuksesan jangka panjang sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari seberapa besar program kerja yang berhasil dirancang di atas kertas.
Keberhasilan yang berdampak luas di lapangan sangat ditentukan oleh tingkat soliditas internal serta komunikasi antar-unsur organisasi.
"Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh soliditas seluruh unsur organisasi, mulai dari pengurus, staf, relawan, hingga mitra kerja. Dengan kekompakan dan komunikasi yang baik, PMI akan semakin kuat, mandiri, serta mampu menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat," tegasnya secara lugas.
Tetap Berdampak Tanpa Ketergantungan Dana Hibah
Pernyataan Taufiq mengenai kemandirian organisasi sejalan dengan fakta lapangan yang dipaparkan oleh Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho W.D., M.M.Kes. Dalam laporannya, dr. Adi mengungkapkan bahwa berbagai program kemanusiaan skala besar sepanjang tahun berjalan tetap bisa dieksekusi dengan maksimal meskipun dana hibah dari pemerintah daerah setempat belum terealisasi hingga saat ini.
Berkat reputasi transparansi organisasi yang baik, PMI Kabupaten Probolinggo sukses mengetuk kepedulian publik dan para mitra korporasi. Salah satu program mercusuar yang berhasil diselenggarakan pada tahun 2026 ini adalah bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Tongas. Program sosial tersebut sukses memulihkan kualitas penglihatan sekitar 200 pasien yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Keberhasilan pengelolaan mandiri ini juga diakui oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hadir mewakili Wakil Bupati, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan serta Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo, Agus Mukson, S.H., M.M., turut mengapresiasi keberanian PMI melakukan audit mandiri. Agus mendorong agar manajemen yang transparan ini menjadi modal utama untuk segera mempercepat pembentukan kepengurusan PMI hingga tingkat kecamatan demi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat bawah.
Sinergi Lintas Sektor dan Rencana Strategis ke Depan
Momentum Muker 2026 ini juga dioptimalkan untuk memperluas jaringan pelayanan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan institusi pendidikan tinggi. PMI Kabupaten Probolinggo resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ekonomi, Yessy Nur Endah Sary, S.SiT., M.Kes. Kolaborasi ini dirancang untuk pengembangan sumber daya manusia, riset pelayanan kesehatan, serta aksi sosial pendidikan secara berkelanjutan.
Dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo, Drs. Sudjono, M.Si., dijabarkan pula akuntabilitas pemanfaatan dana non-hibah dari masyarakat dan korporasi, salah satunya dukungan berkelanjutan dari PT Paiton Energy. Dana tersebut mengalir secara transparan ke dalam program-program lingkungan dan mitigasi bencana, seperti:
- Sekolah Aman Bencana (SPAB): Penguatan kapasitas kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.
- Program SIBAT: Pemberdayaan masyarakat berbasis masyarakat di desa rawan bencana.
- Penghijauan Kawasan Tiris: Penanaman pohon untuk menjaga kelestarian daerah tangkapan air.
- Restorasi Mangrove: Penanaman vegetasi pantai di kawasan pesisir Kecamatan Dringu.
- Promosi Kesehatan (Promkes): Edukasi gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit menular.
Memasuki proyeksi arah kebijakan tahun 2027, PMI Kabupaten Probolinggo telah menyusun rencana strategis baru berupa pemeriksaan kesehatan mata massal dan pemberian kacamata gratis yang disasarkan khusus untuk kelompok siswa sekolah dan lanjut usia (lansia).
Melalui sinergi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, kepengurusan di bawah kepemimpinan dr. Adi Nugroho ini optimistis mampu menjawab tantangan kemanusiaan masa depan dengan standar profesionalisme yang terus naik kelas, dipandu oleh komitmen transparansi yang telah diakui lewat opini WTP.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar